PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK BERBASIS PUZZLE MATEMATIKA
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Program Studi Pendidikan Matematika menghadirkan kegiatan pembelajaran inovatif.
Pembelajaran yang dibungkus dengan permainan tradisional Indonesia engklek yang dikolaborasikan dengan puzzle matematika kepada anak-anak di Sanggar Bimbingan (SB) At-Tanzil Hicom, Malaysia. Digelar pada Kamis,(12/2).
Murid-murid SB At-Tanzil Hicom merupakan anak-anak pekerja imigran Indonesia di Malaysia.
Dirancang sebagai pembelajaran matematika berbasis permainan untuk meningkatkan pemahaman operasi bilangan dasar, serta meningkatkan minat dan motivasi belajar anak-anak dalam pembelajaran matematika yang seru dan menyenangkan.
Hakim-salah satu mahasiswa KKN-Dik UMS mengungkapkan alasan menghadirkan metode pembelajaran berbasis permainan engklek dan puzzle pada pembelajaran matematika.
Menurutnya, hal ini sebagai respons terhadap rendahnya pemahaman operasi bilangan dasar pada sebagian anak-anak pekerja imigran di SB At-Tanzil Hicom.
“Banyak anak yang berada di jenjang kelas tinggi namun masih mengalami kesulitan dalam matematika dasar. Oleh karena itu, pembelajaran dikemas secara menyenangkan dan kontekstual agar anak-anak lebih termotivasi, aktif, dan tidak merasa takut terhadap matematika,” tuturnya, Sabtu (21/2).
Dalam Proses pembelajaran, mahasiswa KKN-Dik UMS mengawali dengan mengenalkan Engklek yang merupakan salah satu permainan tradisional anak Indonesia.
Mahasiswa KKN-Dik UMS memanfaatkan permainan engklek sebagai media pembelajaran, yang dimodifikasi dengan menambahkan kartu puzzle matematika berisi soal operasi hitung dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Hakim juga menjelaskan penerapan permainan engklek sebagai bahan pembelajaran matematika di SB At-Tanzil Hicom, Malaysia.
Menurutnya, metode pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan skill kolaborasi dan daya berpikir cepat.
“Anak-anak kami minta melompat pada petak engklek dan mengambil kartu soal sesuai petak yang diinjak. Setelah itu, mereka harus menyelesaikan soal matematika dan mencocokkannya dengan kartu jawaban hingga membentuk susunan puzzle yang utuh. Pembelajaran dilakukan secara berkelompok untuk melatih kerja sama, konsentrasi, dan kemampuan berpikir cepat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, lanjut Hakim, diharapkan anak-anak pekerja imigran Indonesia di Malaysia semakin termotivasi untuk belajar dan memiliki pemahaman matematika yang lebih baik.
Selain itu, diharapkan pendekatan pembelajaran berbasis permainan tradisional dapat terus dikembangkan sebagai media pembelajaran kontekstual.
#Rilis Pers
#Foto dokumentasi






















Tidak ada komentar