IMLEK: KISAH SAYA DAN KORAN GUO JI RI BAO 国际日报
Tahun baru Imlek 2577 Kongzili ini mengingatkan penggalan kisah saya, terkait koran Guo Ji Ri Bao (国际日报) atau International Daily News, Jawapos Group.
Terus terang, saya lupa tahun berapa, ketika saya masih bekerja sebagai wartawan di Radar Surabaya, Jawa Pos Group.
Sudah menjadi kebiasaan, di tahun-tahun itu, sebagai penjaga rubrik, hampir setiap hari, pulang setelah koran dicetak.
Suatu malam, saya menuju ke percetakan milik Jawa Pos, di lantai dasar Gedung Graha Pena, Surabaya.
Kalau tidak salah ingat, koran Radar Surabaya dicetak setelah koran berbahasa dan bertulisan China, Guo Ji Ri Bao.
Saya sengaja ambil satu eksemplar koran itu, karena penasaran dengan isinya.
Di dalam lift, saya yang tidak bisa membaca tulisan China, membolak-balik koran itu.
Seorang laki-laki satu lift dengan saya, terlihat memperhatikan.
Mungkin dia berpikir, saya bisa membaca tulisan China.
Merasa diperhatikan, muncul ide usil.
Seolah-olah membaca salah satu berita dengan serius, saya bergumam: "Ini judulnya salah tulis,"
Saya menoleh ke arah laki-laki itu sambil menyorongkan koran.
Ia melihat koran itu.
Entah ia bisa baca, atau tidak, tiba-tiba ia bilang: "Sepertinya iya,...salah tulis,"
Saya menahan tawa.
Sampai sekarang, saya tidak tahu, apakah laki-laki itu bisa baca tulisan China atau sama-sama berpura-pura saja.
wkwkkw
#ID Nugroho





















Tidak ada komentar