MELAWAN RINDU YANG BELUM USAI

Bulan Kasih Sayang bukan cuma soal bunga dan makan malam romantis. 

Buat sebagian orang, Valentine justru jadi ruang untuk mengingat—tentang seseorang yang pernah ada, tentang percakapan yang belum selesai, tentang rindu yang diam-diam masih tinggal. 

Kalau kamu mencari lagu yang bisa menemani momen itu, “Shooting Star” dari Ei mungkin adalah jawabannya.

Single terbaru dari penyanyi-penulis lagu Eileen Pandjaitan (Ei) ini bukan sekadar pop ballad biasa. 

Lagu ini terasa seperti surat yang tak pernah terkirim—jujur, intim, dan menghantam pelan-pelan.  

“Shooting Star” bercerita tentang kehilangan yang belum selesai—tentang seseorang yang terus kembali ke tempat yang sama, di waktu yang sama, berharap ada keajaiban kecil yang membawa yang dicinta kembali pulang.

Seorang perempuan berdiri di kafe tempat mereka dulu bertemu, meyakinkan diri bahwa ia melihat mobil seseorang itu lewat. 

Mungkin hanya halusinasi. 

Mungkin harapan. 

Dari situ, lagu mengalir seperti percakapan batin yang jujur tanpa filter.

Valentine sering dirayakan dengan lagu-lagu cinta yang manis. 

Tapi “Shooting Star” justru mengingatkan kita bahwa cinta yang dalam tidak selalu datang dengan akhir yang rapi. 

Kadang, cinta hadir dalam bentuk doa yang kita panjatkan diam-diam setiap kali melihat bintang jatuh.

Ei menyebut lagu ini sebagai ruang yang sangat personal. 

“Shooting Star itu semacam percakapan batin yang nggak pernah sempat tersampaikan…” ungkapnya.

Lagu ini diproduksi dengan pendekatan yang sengaja dibuat intimate, tanpa terlalu banyak layer agar emosi asli tetap terdengar apa adanya, dan ini memberi ruang bagi vokal lembut Ei untuk benar-benar berbicara. 

“Tidak berlebihan,  Tidak dramatis secara artifisial, Dan  Hanya kejujuran” 

Kolaborasinya dengan Bowo Soulmate sebagai Vocal Director serta Ankadiov & Andreas Arianto sebagai produser menghasilkan soundscape yang bersih dan resonan, membuat pendengar seperti duduk di meja kafe itu bersama Ei

SHOOTING STAR” SEBAGAI SOUNDTRACK VALENTINE 2026  

Karena Valentine bukan cuma milik mereka yang sedang jatuh cinta. 

Valentine juga milik mereka yang: 

“Masih menyimpan nama seseorang di playlist khusus, Pernah kehilangan tapi masih percaya pada keajaiban kecil , Sedang berdamai dengan rasa sakitnya sendiri , Memilih mencintai tanpa harus memiliki”.  

Ei sendiri dikenal sebagai singer-songwriter dengan proses kreatif yang sangat personal. 

Lahir tahun 2003 dan kini menempuh pendidikan di Berklee College of Music via jalur scholarship, ia tumbuh menjadi musisi muda dengan kedalaman rasa yang jarang dimiliki generasinya “Shooting Star” bukan lagu yang memaksa kamu untuk move on. 

Lagu ini justru menemani kamu untuk mengakui perasaan yang masih kamu rasakan.

Dan di era digital saat ini—di tengah cepatnya scroll, swipe, dan skip—lagu yang mampu membuat orang berhenti dan benar-benar merasakan sesuatu adalah sesuatu yang langka. 

Valentine tahun ini mungkin kamu tidak mengirim bunga. 

Mungkin kamu tidak mengunggah foto berdua 

Tapi kamu masih percaya bahwa cinta, dalam bentuk apa pun, layak dirayakan. 

Dan ketika malam datang, dan kamu melihat ke langit, “Shooting Star” bisa jadi soundtrack yang tepat—mengingatkan bahwa bahkan bintang jatuh pun bisa menuntun seseorang pulang pada dirinya sendiri.

#RilisPers
#Foto Dokumentasi

Tidak ada komentar