29 August 2009

Sengketa Malaysia dan Strategi Pertahanan

Iman D. Nugroho

Lagi-lagi hasil sebuah diskusi. Kali ini hubungan antara sengketa Indonesia-Malaysia dengan strategi pertahanan RI yang mengarah pada kembalinya lagi Tentara Nasional Indonesia atau TNI. "Apakah tidak mungkin, sedang dibangun suasana agar kita merasa perlu meminta TNI untuk kembali mengurusi teroris," tanya seorang kawan dalam diskusi akhir minggu ini. Hmmm,..


Pertanyaan kritis itu hadir dari analisa seorang kawan yang tidak henti-hentinya mempertanyaan berbagai fakta empirik dan fakta opini yang mengalir deras belakangan. Diawali dengan berbagai peristiwa "unik" yang hadir di sela-sela semangat menggebu polisi mengejar Noordin M. Top. Saat Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dengan bersemangat menganggat foto berlubang, penyerbuan Temanggung Jawa Tengah sampai digerebeknya kontrakan teroris di Jatiasih, Bekasi.

Lalu, muncul wacana memperbandingkan kerja polisi yang kedodoran dalam kasus terorisme, dengan penanganan teroris Woyla tahun 1981 oleh Kopassus TNI. Sebuah hasil yang nyomplang (tidak seimbang-JAWA). Nah, wacana kembalinya TNI itu semakin kuat saja, ketika fakta Noordin M. Top adalah orang Malaysia, yang berarti "ada ancaman dari luar negeri". Dan karena itu juga, prasyarat masuknya TNI ke dalam urusan terorisme menjadi semakin kuat.

Lalu, tiba-tiba saja muncul persoalan Tari Pendet Bali yang diklaim Malaysia. Pelan-pelan, opini rakyat Indonesia tentang semangat "musuh" dari luar pun menguat. Tiba-tiba ada gambar Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dihajar oleh petugas keamanan Malaysia. "Hampir semua orang yang melihat tayangan itu pasti akan naik rasa marahnya," kata seorang kawan. Padahal, tanpa kita menyadari, persoalan TKI dan TKW di Malaysia sudah menjadi sego-jangan atau nasi-sayur (kebiasaan-kiasan Jawa Timuran). "Mengapa semua itu muncul saat ini?

"Apakah tidak mungkin sedang dibangun suasana agar kita merasa perlu meminta TNI untuk kembali mengurusi teroris?" tanya kawan itu lagi. Lantas apa yang kemungkinan akan terjadi setelah ini? Bukan tidak mungkin Presiden SBY akan mengerluarkan keputusan politik menyangkut mandat TNI mengurus teroris. Hebatnya, besar kemungkinan TNI akan dengan cepat menangkap Noordin M. Top. Peran TNI dalam urusan-urusan terorisme pun mendapatkan nilai A+.

No comments:

Post a Comment

Program

Program