SUNNI-SYIAH DIPERBINCANGKAN DI SELA SERANGAN AS-ISRAEL KE IRAN
Perang AS-Israel melawan Iran, terus berlangsung.
Jumlah korban di kedua belah pihak pun terus berjatuhan.
Di sela-sela peristiwa dunia itu, perbincangan tentang aliran dalam agama Islam, menjadi bumbu.
Apalagi, Iran adalah negara yang mayoritas menganut agama Islam beraliran Syiah.
Sementara dunia, mengenal juga kelompok aliran besar Sunni.
Kedua aliran ini, memiliki perbedaan, meskipun banyak juga persamaannya.
Sunni dan Syiah memiliki persamaan fundamental sebagai sesama umat Muslim, yakni:
- Meyakini keesaan Allah (Tauhid)
- Meyakini Nabi Muhammad SAW sebagai utusan terakhir
- Meyakini Al-Qur'an sebagai kitab suci
- Wajib shalat lima waktu
- Berpuasa Ramadan
- Melakukan haji
Keduanya juga berakar pada ajaran Syariat Islam yang sama.
Berikut adalah persamaan utama Sunni dan Syiah secara mendetail:
Pilar Utama Aqidah: Keduanya memiliki keyakinan dasar yang sama dalam rukun iman, seperti iman kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitab suci, para Nabi, dan hari akhir (Ma'ad).
Sentralitas Al-Qur'an: Keduanya merujuk pada kitab suci yang sama, yaitu Al-Qur'an, dan tidak ada perbedaan versi kitab suci.
Praktik Ibadah Utama: Baik Sunni maupun Syiah menjalankan rukun Islam, termasuk shalat, zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan ziarah ke Mekkah (haji).
Penghormatan kepada Ahlulbait: Keduanya menghormati dan mencintai Nabi Muhammad SAW serta keluarganya (Ahlulbait), khususnya Imam Ali.
Kiblat: Keduanya melakukan salat menghadap Kakbah di Mekkah.
Meskipun terdapat perbedaan signifikan dalam masalah politik-historis dan teologis (khususnya mengenai konsep Imamah), persamaan yang dimiliki kedua aliran ini jauh lebih besar daripada perbedaannya.
#Google AI
#Ilustrasi: https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2018/09/suni-syiah.jpg










.jpg)













.jpg)



Tidak ada komentar