Breaking News

Dari seluruh fraksi yang ada di DPR, hanya Partai Demokrasi Perjuangan- PDIP yang menolak Pilkada oleh DPRD. PKS dan Demokrat mengkaji, sementara sisanya menerima.

FIBRASI ROMMY TERASA KE PENJURU NEGERI

Rommy Fibri jelas bukan nama asing. Kiprahnya di Indonesia menjadi warna, dan terasa sampai ke penjuru negeri.

Dunia seni dan budaya, tentu tak asing dengan nama yang selalu muncul dalam setiap tayangan bioskop, saat Rommy menjadi Ketua Lembaga Sensor Film Republik Indonesia, 2020-2024.

Proses sensor film yang diterapkan LSF ketika Rommy menjabat, dikenal modern dengan sistem penyensoran elektronik atau E Sias.

Pengelolaan yang modern ini juga yang membuat LSF meraih berbagai penghargaan dari lembaga-lembaga negara, seperti Ombudsman dan Komisi Informasi Indonesia.

Sepak terjangnya dalam dunia jurnalistik, membangun sosok lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjadi lebih tajam melihat dunia.

Ketika Irak bergejolak, mantan jurnalis Majalah Tempo ini ada di sana.

Bersama jurnalis senior Ahmad Taufik, Rommy menulis buku Detik-detik Terakhir Saddam: Kesaksian Wartawan TEMPO dari Bagdad, Irak, terbitan Pusat Data dan Analisis Tempo (PDAT) pada Juni 2008. 

Kini, mantan Executive Producer Liputan 6 SCTV ini kembali ke kampus UGM, untuk menyelesaikan study doktornya, sembari menjadi dosen Intro to Mass Media Communications dan Investigative Reporting di LSPR Institute of Communication and Business, sampai sekarang.

Fibrasi Rommy Fibri berisi kumpulan buah pikir Rommy Fibri yang dipersembahkan untuk negeri yang amat dicintainya, Indonesia.

Tidak ada komentar