23 October 2007

Pengungsi Gunung Kelud Bertahan di Pengungsian

Tidak adanya kejelasan waktu kapan Gunung Kelud akan meletus, membuat pengungsi terus bertahan di pengungsian. Seperti yang tampak di gambar, pengungsi yang mengungsi di Balai Desa Tawang, Kediri, Selasa(23/10).

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Abu RIzal Bakrie dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsah mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Segaran, Kediri Jawa Timur. Dalam kesempatan itu Abu Rizal Bakrie dan Bachtiar ingin membuktikan tentang berita yang mengatakan ada pengungsi yang kelaparan karena tidak mendapatkan jatah makan.


Kedatangan Menko Kesra Abu RIzal Bakrie dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsah berlangsung Selasa (23/10) ini, didampingi oleh penjabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Saat berdialog dengan petugas Satuan Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Kabupaten Kediri di lokasi pengungsian itu, Abu Rizal sempat menyinggung adanya berita pengungsi yang kelaparan. "Kami membaca di media massa, diberitakan ada pengungsi kelaparan, apa benar ada pengungsi yang kelaparan? " kata Abu Rizal mengutip salah satu media massa.

Seperti banyak diberitakan, pengungsi gunung Kelud di Kediri terpaksa menahan lapar lantaran tidak mendapatkan jatah makan yang layak dari petugas Satkorlak penanggulangan bencana. Nasi bungkus yang mereka dapatkan pun tidak layak makan karena bahkan basi. Padahal, pemerintah Provinsi Jawa Timur mengganggarkan dana Rp 150 juta untuk pemenuhan kebutuhan lauk pauk pengungsi.

Insiden Comander Satlak PB Kabupaten Kediri yang juga Komandan Kodim 0809 Kediri, Letkol Endi Servandy menjelaskan berita miring yang muncul di sela-sela ketidakpastian kondisi Gunung Kelud itu sama sekali tidak benar. Kalau pun ada nasi jatah yang basi, itu pun jumlahnya sangat sedikit dan segera diganti yang baru. "Paling cuma dua-tiga dari ribuan nasi yang dibagikan," katanya. Usai mendapatkan penjelasan tentang konsidi Gunung Kelud terakhir, Abu Rizal dan Bachtiar Chamsyah menemui para pengungsi di tenda-tenda pengungsian.

Sementara itu, pantauan aktivitas Gunung Kelud hingga Selasa siang ini terpantau lebih tenang. Meskipun masih ada gempa vulkanik dangkal, gempa tremor dan gempa tektonik jauh, namun jumlahnya tidak lebih dari lima kali. Suhu air danau kawah yang menjadi barometer keaktifan gunung cenderung turun. Bila Senin kemarin terpantau 36,2 derajat, hari ini turun menjadi 35,7 derajat. Semoga ini sebuah gejala baik.

No comments:

Post a Comment