28 May 2010

Sudah seharusnya orang tua anak perokok dihukum berat

Maya Mandley (text), Youtube (video)

Setelah seorang anak perokok asal Malang, Jawa Timur menghebohkan, kali ini anak berusia dua tahun di Musibanyuasin, Sumatera diberitakan punya kebiasaan merokok. Berita yang sempat menjadi headline di beberapa negara itu memunculkan pertanyaan: siapa yang harus bertanggungjawab? Jawbannya jelas: orangtuanya!




MEDIA AS

Dua hari belakangan ini, stasiun televisi Amerika mewartakan video yang cukup "menggangu" orang Indonesia. Yakni, tayangan seorang bocah umur dua tahun yang sedang asyik menghisap rokok. Dari caranya memegang rokok dan menghembuskannya (bahkan lewat hidung), melebihi gaya orang dewasa.

Sebelumnya video berdurasi empat menit yang berisi gambar serupa juga muncul lewat Facebook, lalu "menghilang" begitu saja dan tidak mengundang kontroversi. Bocah perokok menghebohkan justru saat televisi menjadikan laporan itu sebagai special theme dua hari lalu.

Di salah satu televisi lokal, video itu jadi salah satu top headlines. Seorang reporter menunjukkan video itu pada masyarakat di jalan dan dimintai tanggapan mereka soal video tersebut. Tanggapannya cukup beragam. Yang paling banyak mengatakan disgusting dan speechless. Yang menarik lagi, ada yang tidak percaya dengan tayangan itu, dengan menyebutkan kalo itu fake alias palsu.

Kontroversi tak sampai disitu, dalam halaman facebook stasiun televisi itu video ini dijadikan topik diskusi. Dari tanggapan yang masuk, semua menyalahkan orang tua. Menurut kutipan ibu si anak bernama Diana Rizal, bocah berumur 2 tahun itu mulai merokok sebelum umur 1 tahun. Dan sejak itu si bocah yang tidak disebutkan namanya, selalu marah jika tidak diberi rokok.

Ia mengatakan kalo kepalanya pening dan perutnya sakit kalo tidak merokok.Menurut berita tersebut, si anak bisa menghabiskan dua bungkus sehari. Saat ditanya soal bahaya merokok pada anak yang masih memakai popok itu, sang bapak mengatakan kalo menurut pandanganya anaknya cukup sehat. Apalagi dilihat dari badannya yang termasuk gemuk.

Ahh,.. lagi-lagi berita kontroversi tentang bad side of Indonesia. Kapan ada berita positif di TV Amerika, yang bisa bikin membuat orang Indonesia membusungkan dada?

Capeekkk deehhh....

*photo by the sun

Silahkan menulis komentar | republish | Please Send Email to: iddaily@yahoo.com |

No comments:

Post a Comment

Program

Program