EKSPOR SARUNG BATAL GARA-GARA SERANGAN AS-ISRAEL KE IRAN

Konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang meletus sejak Minggu (1/3/2026) berdampak langsung pada nasib perajin sarung di Kota Tegal, Jawa Tengah.

Pengiriman 50.000 potong sarung alat tenun bukan mesin (ATBM) ke Afrika resmi dibatalkan.

Menanggapi krisis ini, Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendesak para pengusaha lokal untuk segera melakukan diversifikasi pasar ke negara-negara Asia yang lebih stabil guna menyelamatkan nasib ribuan tenaga kerja lokal yang menggantungkan hidup pada industri tersebut.

“Banyak yang mengira perang Iran-Israel tidak berdampak ke Tegal. Padahal kenyataannya ada. Pengusaha sarung asal Tegal kemarin sempat tertunda pengirimannya ke Afrika sampai 50.000 sarung,” ungkap Abdul Fikri Faqih saat menjadi narasumber bimbingan teknis UMKM di Grand Dian Hotel Slawi, Kamis (5/3/2026).

Tertundanya pengiriman dua kontainer sarung milik pengusaha Jamaludin Al Katiri ini menciptakan efek domino yang menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.

Mulai dari buruh tenun hingga pemasok bahan baku lokal kini terancam kehilangan pendapatan di tengah persiapan menyambut Idulfitri.

“Pengusaha sarung itu tentu punya karyawan dari masyarakat Tegal. Bahan bakunya juga disuplai dari pengusaha lokal. Jadi ketika ekspornya terganggu, efeknya bisa meluas,” tutur legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI ini.

Sebagai solusi konkret, Fikri mendorong pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada pasar tradisional di Timur Tengah yang rentan gejolak politik. Ia menyarankan pengalihan orientasi ekspor ke wilayah yang lebih aman secara geopolitik.

“Saya berharap para pengusaha di Tegal bisa mengalihkan ekspor ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, atau kawasan Asia lainnya. Bahkan bisa juga ke Turki atau Asia Tengah,” ujarnya.

Menurut legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes) ini, memiliki alternatif pasar sangat penting agar ekonomi daerah tidak lumpuh saat terjadi konflik di satu wilayah.

Selain itu, ia menekankan penggunaan media sosial dan teknologi digital sebagai kunci utama untuk menembus pasar internasional baru tanpa terbebani biaya pemasaran yang besar.

#RilisPers
#Foto: https://jatengprov.go.id/wp-content/uploads/2020/05/1588837789478-IMG-20200507-WA0002_detail.png

Tidak ada komentar