19 March 2009

Megawati Menangis di Samping Batu Nisan Bung Karno

Iman D. Nugroho, Blitar

Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri menangis di samping batu nisan Ir. Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Kamis (19/3) ini. Mega yang saat itu didampingi beberapa tokoh PDI Perjuangan dan sahabatnya, Direktur Urusan Asia Dewan Keamanan Nasional (Director for Asian Affairs of the National Security Council)-NSC, Karen Brooks, meminta aktivitasnya di makam tidak diabadikan dalam foto maupun video. "Ibu meminta untuk tidak diabadikan, ini permintaan ibu sendiri," kata salah satu anggota pasukan pengaman presiden (Paspampres) pada jurnalis.



Megawati yang mendarat di lapangan terbang Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur pukul 19.00 Wib, langsung meluncur ke Blitar menggunakan mobil. Sekitar pukul 20.30 Wib, Megawati dan rombongan datang ke lokasi Makam Ir. Soekarno dan di Kota Blitar. Mega yang saat itu menggunakan baju merah tua langung berjalan menuju ke pusara Bung Karno dengan kawalan ketat dari Paspampres. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan ini segera mengambil tempat di sebelah kiri makam Soekarno. Beberapa jurnalis yang akan mengabadikan moment itu dilarang masuk ke areal makam oleh paspampres dan polisi yang saat itu berjaga di gerbang makam.

Setelah 15 menit berdoa, tiba-tiba lampu di areal makam dimatikan. Megawati dan Karen Brooks tetap berada di samping pusara Ir. Soekarno, saat hampir seluruh rombongan sudah bersiap untuk kembali ke mobil. Dalam pengamatan The Jakarta Post, usai menabur bunga di makam Soekarno, Megawati sesenggukan. Istri Taufik Kemas ini, beberapa kali mengusap matanya. Karen Brooks yang saan itu ada di samping kanan Mega mengelus punggung mantan Presiden ke-5 RI itu. Mega mengangguk.

DIUNDANG KE ISTANA GEBANG

Kedatangan Megawati Soekarnoputri ke Blitar ditanggapi dingin oleh keluarga Ibu Sukarmini Wardoyo, kakak perempuan Ir. Soekarno yang juga pengasuh Istana Gebang Blitar. "Apa benar Megawati akan sini (Blitar), kami keluarga di Blitar tidak ada yang memberi tahu," kata Ario Suko Kusumo, sepupu Megawati pada The Jakarta Post. Meski demikian, Ario menitipkan pesan agar Megawati bisa mampir ke Istana Gebang, rumah yang dahulu menjadi tempat tinggal orang tua Ir.Soekarno.

Ario bercerita, Megawati dan keluarganya sudah tidak pernah lagi mengunjungi Istana Gebang. Hal itu sangat disesalkan, mengingat Istana Gebang adalah tempat bersejarah bagi Ir. Soekarno. Di Istana inilah, Bung Karno (panggilan akrab Ir. Soekarno) menggelar rapat dengan beberapa teman pergerakan di era kemerdekaan RI. Bahkan, saat Megawati akan kembali muncul sebagai tokoh politik nasional, Mega juga menggelar rapat serupa di tempat itu. "Kok sekarang tidak pernah lagi mengunjungi tempat ini, apa tidak mau berziarah ke makam Ibu Sukartini, kakak Ir. Soekarno yang juga nenek Megawati,.." kata Ario.

Istana Gebang sempat menjadi bahan pembicaraan saat setahun lalu diisukan akan dijual. Beberapa tokoh masyarakat, termasuk Walikota Blitar, jarot Syaiful Hidayat sempat bereaksi keras dan berusaha keras menghalanginya.

No comments:

Post a Comment

Program

Program