JANGAN BUNGKAM WARGA DENGAN INTIMIDASI
Anggota DPR RI, Imas Aan Ubudiyah, meminta seluruh perangkat desa untuk bersikap terbuka terhadap kritik dari warga, termasuk kritik yang berkaitan dengan pengelolaan dana desa.
Menurutnya, kritik adalah bagian penting dari kontrol publik demi terwujudnya pembangunan desa yang lebih baik.
Hal tersebut disampaikan Imas menyusul adanya dugaan intimidasi yang dialami seorang warga oleh keluarga Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.
Intimidasi itu diduga terjadi setelah warga tersebut menyampaikan kritik terkait kondisi jalan desa yang rusak, meskipun terdapat alokasi dana desa.
“Kritik itu obat, bukan malah dianggap sebagai masalah. Karena itu, saya sangat menyesalkan adanya dugaan intimidasi terhadap warga yang menyuarakan keinginannya agar jalan desa diperbaiki. Sikap seperti ini tidak seharusnya diterima oleh masyarakat,” ujar Imas di Garut, Senin (5/1/2026).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, setiap permasalahan di desa seharusnya disikapi dengan dialog yang sehat dan beretika, bukan dengan ancaman, ujaran kebencian, ataupun tindakan intimidatif lainnya.
“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jika memang ada problem, hadapi dengan keterbukaan dan musyawarah, bukan dengan cara-cara yang mencederai etika dan demokrasi,” tambahnya.
Imas juga menekankan pentingnya transparansi dan optimalisasi penggunaan dana desa. Menurutnya, pengelolaan dana desa yang baik, akuntabel, dan terbuka akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kalau fasilitas desa baik dan dana desa dimanfaatkan secara maksimal serta transparan, saya yakin warga dengan sendirinya akan merasa bahagia dan percaya pada pemerintah desanya,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang warga Garut, Holis Muhlisin, mengalami intimidasi dari beberapa orang.
Diduga, aksi intimidasi tersebut dilakukan oleh keluarga Kepala Desa Panggalih usai ia kritik perihal jalan rusak.
Holis membagikan video intimidasi itu di akun Facebooknya. Terlihat beberapa pria dan perempuan berbicara kepadanya dengan nada tinggi.
Kerah baju Holis juga sempat diremas pelaku hingga menunjukkan gestur ingin memukul.
“Rek anaonan didinya babarawakan cing sok? Hayang tenar didinya? Dek ngajago di media sosial? hayang kumaha? (dalam rangka apa anda teriak-teriak coba? Kamu mau terkenal? Mau ngejago di media sosial?)" ucap pelaku dalam video itu.
#RilisPers
#foto: republished






Tidak ada komentar