Breaking News

YLBHI: Di penghujung tahun 2025, kami menyaksikan serangan teror dan intimidasi terhadap warga negara yang kritis, termasuk aktivis dan pemengaruh di media sosial sebagai serangan terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi. Serangan-serangan ini bukan sekadar ancaman individual, tetapi upaya sistematis untuk membungkam aspirasi publik dan melemahkan ruang partisipasi warga.

Banyak jalan menuju bobolnya website pemerintah



Langkah hacker membobol Pusat Dana Nasional, lalu muncul ransomware (upaya meminta imbalan) dan berakhir dengan permintaan maaf hacker, menjadi pembicaraan pada akhir Juni 2024. Meskipun akhirnya berakhir manis dengan kembali beroperasinya fasilitas negara, tapi peristiwa itu mengingatkan saya pada aksi pembobolan server milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Betul, KPU Pusat, yang ketuanya dipecat pada awal Juli 2024 ini karena kasus kekerasan seksual :)

Di CNN Indonesia Plus Minus, saya membuat laporan tentang bocornya 200 juta data itu, dengan meminta salah satu hacker insyaf, untuk mencari tahu celah-celah mana yang bisa dimasuki oleh orang asing, secara digital. Kesimpulannya, pengamanan digital kita memang lemah, karena kecerobohan. (*)

Tidak ada komentar