06 February 2010

[ Kabar dari Seberang ] Las Vegas

Maya Mandley

Gak salah rasanya kalo Amerika disebut negara kapitalis. Karena dengan prinsip inilah negara ini bisa mengklaim sebagai negera terkuat di dunia dan selalu berusaha untuk membuat perekonomian mereka maju. Apalagi di tengah kondisi krisis seperti sekarang ini. Jangan heran, AS akan berbuat apa saja selama bisa menggerakkan roda ekonomi dan memberi lapangan kerja.

Prinsip ini baru betul-betul Aku sadari saat jalan-jalan ke kota judi Las Vegas. Kota yang berada di sebelah barat benua Amerika ini, sebenarnya tidak punya sumber daya alam yang bisa menopang perekonomian. Letaknya yang di tengah gurun pasir, sangat tidak memungkinkan untuk bercocok tanam. Namun atas prakarsa para pengusaha sekitar tahun 50-an, jadilah kota yang berada di sebelah selatan negara bagian Nevada ini, menjadi tujuan wisata favirut.

Dengan apa lagi kalau bukan dengan perjuadial. Sekitar 90 persen pendapatan datang dari bisnis perjudian. Lucunya, hal itu pernah sampai membuat Presiden Barack Obama 'kepeleset' lidah. Presiden AS kulit hitam pertama itu meminta para generasi muda yang akan meneruskan kuliah di perguruan tinggi, untuk tidak membelanjakan uangnya di Las Vegas. Begitu pula bagi para businessman untuk tidak mengadakan pertemuan bisnis di kota judi ini.

Tentu saja hal itu membuat heboh. Apalagi, statemen itu menjadi headline besar di sejumlah media lokal di Las Vegas. Saat aku mengunjungi daerah itu belum lama ini, statemen Obama di West Virginia itu sedang hangat-hangatnya. Warga Las Vegas, bahkan sampai Walikota, senator dan representative dari negara bagian Nevada merasa tersinggung.

Walikota sempat mengancam Presiden untuk tidak mengunjungi Las Vegas. Karena pernyataannya dianggap tidak mendukung perekonomian Las Vegas, yang memang saat ini sedang struggling di tengah perekonomian Amerika yang sedang sulit. Tentu saja setelah pernyataan kontroversinya ini, Sang Presiden melalui Para pejabat gedung putih segera membuat bantahan dan memberi penjelasan soal pernyataan ini.

Kalau menyebut 'judi' konotasinya selalu jelek dan penuh dosa. Maka tak heran kalo Las Vegas juga dijuluki 'Sin City'. Bahkan, mesin judi sudah menyambut di McCaran Airport Las Vegas. Tidak hanya itu, hampir di semua tempat umum, mesin casino sangat mudah dijumpai.

Tempat yang paling terkenal di Las Vegas adalah Las Vegas Boulevard, Di Jalan ini dipenuhi hotel-hotel mewah yang sangat atraktis bangunannya. Selain untuk menginap, hotel-hotel besar ini juga menyuguhkan pertunjukan. Mulai dari sulap, celebrity impresanator alias artis bohong-bohongan, sampai Pertunjukan triple X pun sangat mudah dijumpai. Iklannya pun beredar dimana-mana.

Tak cuma itu, para wanita yang melayani minuman di casino hotel ataupun di tempat-tempat umum lainnya, dandanan mereka sangat seronok dan berbusana sangat minim. Seperti saat Aku jalan-jalan di Freemont Experience, salah satu tempat hang out tourist selain Las Vegas Boulevard, para pelayan wanita yang menjual minuman, hanya berbusana bra dan celana dalam saja.

Terlintas pikiran, bagaimana bila ada cafe semacam ini di Indonesia? Ahhh gak usah dipikirin! Yang penting aku hanya ingin mencoba mesin casino yang sudah menelan uangku. Wish me Luck ya!

No comments:

Post a Comment

Program

Program