Perjanjian resiprokal Indonesia- AS atau The Agreement on Reciprocal Trade (ART), menghebohkan. Indonesia dinilai terlalu "lemah" ...
!doctype>
Controversial
Impor mobil dari India untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) membuat gaduh. Pengurus Kopdes Merah Putih di daerah merasa tidak dilibatkan. Inti dari kegaduhan ini adalah pembelian unit mobil langsung dari pabrik di India diklaim lebih murah. Pihak yang kontra menyatakan tak ada nilai tambah buat ekonomi Indonesia, misalnya pembukaan lapangan pekerjaan. Rencana pembelian kendaraan operasional untuk KDKMP ini akan menggunakan duit negara puluhan triliun rupiah.
BBC
Our Stance
Dalam perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat, sempat mencuat kemungkinan AS bisa mengekspor barang-barang ke Indonesia, meskipun tanpa adanya pernyataan "halal" dari lembaga AS maupun Indonesia. Bila hal ini benar terjadi, maka hal ini berarti adanya pengabaian kebutuhan umat Muslim Indonesia, yang menjunjung tinggi kehalallan makanan. Ada baiknya, hal ini perlu disambut dengan ketegasan pemerintah, dan memastikan, tanpa ada pernyataan "halal", tidak akan bisa masuk ke Indonesia.
Hari ini tujuh tahun lalu, Munir, aktivis HAM dibunuh dalam perjalanannya menuju Belanda. Tragedi kemanusiaan itu sempat dibumbui angin surga, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji akan menuntaskan kasus itu. Tapi, kosong... Hari ini di tahun ini, demonstrasi menuntut penuntasan kasus pembunuhan Munir di depan Istana Merdeka, Jakarta diwarnai dengan bentrokan dengan aparat keamanan. Usman Hamid 'Kontras', sahabat Alm. Munir dipukuli, beberapa orang terluka. Video ini adalah karya Dandhy D. Laksono, videographer yang mengabadikan kasus Munir. Video ini hanya satu, dari lima video lain. | Iman D. Nugroho
Kami masih mengenangmu cak,..
Reviewed by Iman D. Nugroho
on
7.9.11
Rating: 5
Tahun 2026 ini, sudah tiga tahun Radio Braille Surabaya (RBS) terbentuk. Di tengah terbatasnya ruang di media arus utama untuk menyuarakan hak-hak disabilitas, 3 Desember 2022 lalu, Lembaga Pemberdayaan Tunanetra (LPT) membangun radio ini. Diinisiasi oleh guru-guru yang mengabdi di YPAB yang aktif di LPT, para tuna netra low vision, Tutus Setiawan, Atung Yunarto, Hannan Abdullah, dan Sugihermanto. Melalui RBS, isu-isu disabilitas nyaring terdengar.
Tidak ada komentar