Surabaya (iddaily.net) – BEM Universitas Airlangga (Unair) mengeluarkan petisi menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Mereka melihat usai Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana Dkk, ditangkap dan kantor Badan Gizi Nasional digeledah, ada masalah serius dalam program MBG.
Contohnya, puluhan ribu siswa di beberapa kabupaten dan kota di Indoneisa keracunan dampak program ini.
Dan insiden kesehatan ini hanya dicatat sebagai data statistik oleh BGN dan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini sangat merisaukan karena menunjukkan kurangnya perhatian pada keselamatan dan kesehatan generasi muda kita,” katanya.
Bahkan, ada indikasi penghamburan anggaran dalam penyediaan barang-barang yang tidak perlu dan berpotensi ada praktik korupsi di dalamnya.
Alih-alih menjadi berkat, program ini menjadi beban, menguras anggaran yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih mendesak dan memiliki dampak lebih langsung pada kesejahteraan rakyat.
Dikutip dalam laman BEM Unair mendesak agar Program MBG diberhentikan hingga semua masalah yang ada dapat ditangani dengan baik.
“Kita harus memastikan bahwa setiap program pemerintah berjalan dengan transparansi, akuntabilitas, dan menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas Utama,” tegasnya.
“Kami memohon dukungan Anda, dengan menandatangani petisi ini, kita bisa membuat perubahan dan membangun Indonesia yang lebih baik,” tandasnya.
