Yogyakarta (iddaily.net) –Di tengah semakin bergairahnya sektor pariwisata Yogyakarta pada 2026, Candi Prambanan kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi budaya paling penting di Indonesia.
Tidak hanya menjadi warisan dunia UNESCO, kompleks candi Hindu terbesar di Tanah Air itu kini berkembang menjadi pusat penyelenggaraan berbagai agenda internasional yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan kunjungan wisatawan.
Pemerintah juga terus memperkuat kesiapan kawasan wisata tersebut.
Menjelang musim libur sekolah, Menteri Pariwisata melakukan peninjauan terhadap fasilitas di Candi Prambanan untuk memastikan kenyamanan wisatawan, mulai dari aksesibilitas hingga kualitas layanan destinasi.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya saing pariwisata Yogyakarta sebagai salah satu destinasi unggulan nasional.
Momentum itu diperkuat dengan penyelenggaraan berbagai event berskala internasional di kawasan Prambanan.
Salah satunya adalah Mandiri Jogja Marathon 2026 yang diikuti sekitar 10.200 pelari dari 17 negara.
Ajang sport tourism tersebut memanfaatkan lanskap Candi Prambanan sebagai latar utama, sekaligus memperlihatkan bagaimana warisan budaya dapat dipadukan dengan kegiatan olahraga modern untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Tidak berhenti di sektor olahraga, kawasan Prambanan juga akan kembali menjadi tuan rumah Prambanan Jazz Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Juli 2026.
Festival musik tersebut selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Indonesia dan mampu menarik ribuan penonton dari berbagai daerah maupun luar negeri.
Dalam beberapa tahun terakhir, pengelola kawasan juga mengembangkan konsep destinasi terpadu.
Keberadaan Prambanan juga memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Bagi Yogyakarta, Candi Prambanan bukan sekadar peninggalan sejarah.
Kawasan ini telah berkembang menjadi simbol bagaimana warisan budaya dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif, sport tourism, dan industri pariwisata berkelanjutan.