Jakarta (iddaily.net) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas.
Hingga Selasa (11/8/2026), luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 921,42 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan dalam medsosnya menyebut angka tersebut masih bersifat sementara dan dalam proses pendataan ulang.
Kebakaran telah merambah sejumlah wilayah di Probolinggo, Malang hingga kawasan Penanjakan di Kabupaten Pasuruan.
Kebakaran pertama kali terpantau di kawasan Kaldera Bromo, tepatnya Bukit Jantur atau Bantengan, Kabupaten Probolinggo, pada 3 Agustus 2026.
Titik api terbesar saat ini masih berada di kawasan Pakis Bincil Dingklik, sedangkan titik api di P30 telah dinyatakan nihil dan di Penanjakan tersisa dalam skala kecil.
Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara dan tiga helikopter dikerahkan untuk water bombing di kawasan Pusung Duwur, Dingklik, dengan 16 rit dalam lima sortie dan sekitar 37.000 liter air dijatuhkan.
Secara akumulatif, operasi water bombing telah menggunakan sekitar 205.800 liter air.
Petugas juga menghadapi kendala berupa kabut, kepulan asap, angin kencang dan medan yang terjal.
Kondisi tersebut membuat operasi water bombing maupun pemadaman darat belum dapat dilakukan secara maksimal.
Seluruh akses wisata menuju kawasan Gunung Bromo masih ditutup sementara sejak 8 Agustus 2026.
Penutupan berlaku di Cemorolawang, Wonokitri, Jemplang, Coban Trisula dan Senduro hingga kondisi dinyatakan aman.
