Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Rilis Pers»ARTJOKES Kritik ARTJOG 2026: Soroti Relasi Seni, Kekuasaan, dan Nasib Generasi
Rilis Pers

ARTJOKES Kritik ARTJOG 2026: Soroti Relasi Seni, Kekuasaan, dan Nasib Generasi

Bambang MBKBambang MBK20 Juni 2026 / 16:02 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Protes seniman di Artjog

Yogyakarta (iddaily.net) –Kelompok yang menamakan diri ARTJOKES melayangkan kritik terbuka terhadap penyelenggaraan ARTJOG 2026 melalui sebuah pernyataan tertanggal 19 Juni 2026.

Dalam tulisan bertajuk “Ars brevis: Resistentia longa!”, mereka mempertanyakan tema kuratorial “Ars Longa: Generatio” sekaligus mengkritik posisi seni yang dinilai semakin dekat dengan lingkaran kekuasaan.

Pernyataan tersebut tidak hanya membahas penyelenggaraan pameran seni kontemporer terbesar di Indonesia itu, tetapi juga mengangkat berbagai persoalan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.

Mulai dari hilangnya ruang hidup masyarakat akibat pembangunan, tekanan ekonomi di perkotaan, mahalnya biaya pendidikan, hingga menyempitnya ruang demokrasi dan meningkatnya praktik intimidasi terhadap warga yang menyuarakan kritik.

Dalam narasi yang disampaikan, ARTJOKES menggambarkan pengalaman generasi yang lahir di desa maupun kota yang sama-sama menghadapi konsekuensi dari kebijakan pembangunan dan konsolidasi kekuasaan.

Mereka menyoroti kelompok masyarakat yang kehilangan tanah, identitas budaya, akses pendidikan, hingga ruang untuk menyampaikan aspirasi politik.

Menurut ARTJOKES, generasi muda saat ini hidup dalam situasi yang semakin kompleks.

Di satu sisi mereka dituntut untuk bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi, sementara di sisi lain harus menghadapi berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.

Kondisi tersebut, menurut mereka, melahirkan keresahan yang kemudian diekspresikan melalui aksi demonstrasi, aktivitas di media sosial, maupun praktik-praktik kebudayaan.

Dalam konteks itu, seni dipandang sebagai salah satu ruang yang masih memungkinkan harapan dan solidaritas tumbuh.

Namun justru di titik inilah mereka mempertanyakan posisi ARTJOG sebagai institusi seni yang selama hampir dua dekade menjadi salah satu ajang seni rupa paling prestisius di Indonesia.

Mengacu pada tema kuratorial tahun ini, ARTJOKES mempertanyakan makna “Generatio” yang diusung ARTJOG 2026.

Mereka mempertanyakan apakah tema tersebut benar-benar merepresentasikan generasi yang sedang menghadapi berbagai bentuk tekanan sosial, ekonomi, dan politik, atau justru hanya menjadi representasi simbolik yang terlepas dari realitas keseharian masyarakat.

Kritik utama yang disampaikan mengarah pada hubungan antara ruang seni dan kekuasaan.

ARTJOKES menilai bahwa seni berpotensi kehilangan daya kritis ketika terlalu dekat dengan patron-patron politik maupun struktur kekuasaan yang sedang beroperasi.

Dalam pandangan mereka, persoalannya bukan semata terkait sponsor atau dukungan institusional, melainkan bagaimana seni menjaga independensi dan keberpihakannya terhadap masyarakat.

Kelompok tersebut juga menyinggung fenomena komersialisasi seni.

Mereka menilai bahwa penderitaan sosial dan berbagai persoalan masyarakat kerap dihadirkan dalam ruang pamer sebagai objek estetika yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Akibatnya, seni berisiko bergeser dari ruang refleksi dan kritik sosial menjadi sekadar komoditas dalam pasar budaya.

Meski mengakui bahwa seniman masih memiliki kebebasan untuk mengekspresikan gagasannya, ARTJOKES mempertanyakan sejauh mana kebebasan tersebut dapat benar-benar terjaga ketika institusi seni memiliki kedekatan dengan pusat-pusat kekuasaan.

Mereka mengingatkan bahwa dalam sejarah, relasi antara seni dan kekuasaan tidak selalu hadir dalam bentuk sensor langsung, tetapi sering kali melalui mekanisme yang lebih halus, termasuk dukungan dan perangkulan institusional.

Melalui surat terbuka tersebut, ARTJOKES menegaskan bahwa kritik yang mereka sampaikan bukan ditujukan untuk menolak seni sebagai medium perjuangan sosial.

Sebaliknya, mereka mengingatkan pentingnya menjaga jarak kritis antara ruang kebudayaan dan kekuasaan agar seni tetap mampu menjalankan fungsi reflektif serta menjadi wadah bagi suara-suara yang selama ini terpinggirkan.

Pernyataan itu ditutup dengan seruan “Ars brevis: Resistentia longa!” yang dapat dimaknai sebagai penegasan bahwa meskipun karya seni bersifat sementara, semangat perlawanan dan daya kritis masyarakat harus terus hidup.

Kritik tersebut sekaligus menambah diskursus mengenai posisi seni kontemporer Indonesia di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang.

ARTJOG 2026 ARTJOKES generasi muda Indonesia kritik budaya seni dan kekuasaan yogyakarta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBelanda Wajib Main Gila di World Cup 2026 Minggu 21 Juni 2026
Next Article Penentuan Nasib Iran dan Arab Saudi di World Cup 2026 Minggu-Senin
Bambang MBK

Jurnalis di Yogyakarta

Related Posts

Inflasi Indonesia Oktober 2026 Capai 3,23 Persen, Harga Pangan Masih Jadi Sorotan

03 November 2026 / 10:40 WIB

Penggerebekan Ugal-Ugalan, DPR Desak LPSK Turun Tangan

31 Oktober 2026 / 08:23 WIB

Libatkan Gen Z Kenali Mikroplastik, Raih Penghargaan Edukasi Sains

31 Oktober 2026 / 08:00 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Dua Gunung di Jawa Timur Erupsi Hampir Bersamaan, Ini Penjelasan-Potensi Bahayanya

07 November 2026 / 13:03 WIB

Cara Mengenali HP Disadap dan Melindungi Data Pribadi, Kenali Tanda-tandanya

07 November 2026 / 12:24 WIB

Semeru Kembali Erupsi 7 Kali Jumat 6 Nov 2026, Sehari Sebelumnya Luncurkan Awan Panas 4,5 Km

06 November 2026 / 14:08 WIB

Nowela dan Bennett A.K. Rilis “Semangat Maju”, Lagu untuk Mimpi Indonesia Jadi Juara

06 November 2026 / 13:41 WIB

Gunung Bromo Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, BPBD Minta Wisatawan Waspada

06 November 2026 / 13:18 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.