Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Pers dan Media»IJTI Korda Surabaya Desak Prabowo Minta Maaf atas Istilah “Londo Ireng”
Pers dan Media

IJTI Korda Surabaya Desak Prabowo Minta Maaf atas Istilah “Londo Ireng”

IJTI SurabayaIJTI Surabaya31 Juli 2026 / 13:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
IJTI Korda Surabaya
IJTI Korda Surabaya

Surabaya (iddaily.net) – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Surabaya mendesak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas penggunaan istilah “londo ireng” yang ditujukan ke wartawan dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 23 Juli 2026.

Desakan tersebut disampaikan melalui aksi damai dan pembacaan pernyataan sikap yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (31/7/2026).

Ketua IJTI Korda Surabaya Falentinus Hartayan menilai pernyataan Presiden berpotensi melukai martabat profesi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Dalam pernyataan sikapnya, IJTI Korda Surabaya menyampaikan lima tuntutan.

Pertama, IJTI menyesalkan penggunaan istilah “londo ireng” yang dinilai memberikan stigma terhadap profesi wartawan.

Kedua, IJTI menegaskan wartawan merupakan profesi independen yang bekerja berdasarkan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik untuk menyampaikan informasi yang faktual, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.

Ketiga, IJTI menyatakan wartawan adalah warga negara Indonesia yang menjalankan tugas secara profesional dengan berbagai risiko demi menjaga transparansi, mengawasi jalannya pemerintahan, serta mengawal demokrasi.

Keempat, IJTI mengingatkan bahwa setiap sengketa pemberitaan telah memiliki mekanisme penyelesaian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers, yakni melalui hak jawab, hak koreksi, maupun Dewan Pers. Karena itu, persoalan pemberitaan tidak semestinya disikapi dengan menggeneralisasi atau memberikan stigma terhadap seluruh profesi wartawan.

Kelima, IJTI Korda Surabaya meminta Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh wartawan dan jurnalis Indonesia atas penggunaan istilah tersebut dalam pidatonya.

Menurut IJTI, kebebasan pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang harus dijaga bersama. Kritik dan fungsi kontrol sosial yang dijalankan media merupakan amanat Undang-Undang Pers dan menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Melalui aksi damai tersebut, IJTI Korda Surabaya berharap hubungan antara pemerintah dan insan pers tetap dibangun atas dasar saling menghormati, menjunjung tinggi kebebasan pers, serta menghargai profesi jurnalistik sebagai mitra dalam kehidupan demokrasi.

IJTI kebebasan pers Londo Ireng prabowo subianto
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKris Dayanti Borong Dua Emas di Kejurnas Wushu Kungfu 2026
Next Article KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Sumenep, 218 Penumpang Selamat, 4 Meninggal
IJTI Surabaya

Related Posts

Direktur Eksekutif Baru LPDS: Pers Sekarang Tidak Sedang Baik-baik Saja

21 Oktober 2026 / 14:25 WIB

Forum Guru Besar Indonesia Serukan Gibran Mundur sebagai Wapres, Ini Alasannya

20 Oktober 2026 / 13:20 WIB

Wajib Halal Mulai 18 Oktober 2026, BPJPH Tegaskan Tidak Ada Penundaan

13 Oktober 2026 / 11:37 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Jangan Sampai Terlewat! 10 Drakor Baru November 2026 Lengkap Jadwal Tayangnya

02 November 2026 / 17:17 WIB

Kapolri Terbitkan Larangan Vape bagi Anggota Polri, Pelanggar Terancam Sanksi

02 November 2026 / 16:39 WIB

Bung Maruf yang Saya Kenal

31 Oktober 2026 / 16:07 WIB

Penulis Naskah Detective Conan Toyoto Kogiso Meninggal, Karyanya Pernah Hiasi TV Indonesia

31 Oktober 2026 / 15:37 WIB

Penggerebekan Ugal-Ugalan, DPR Desak LPSK Turun Tangan

31 Oktober 2026 / 08:23 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.