Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Rilis Pers»Karhutla di Tengah Pesan Ketahanan Prabowo di KTT BRICS
Rilis Pers

Karhutla di Tengah Pesan Ketahanan Prabowo di KTT BRICS

WalhiWalhi15 September 2026 / 10:02 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Prabowo ketika berbicara dalam Brics Summit 2026

Jakarta (iddaily.net) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyoroti ketimpangan antara pesan ketahanan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam KTT BRICS 2026 di New Delhi, India, dengan kondisi karhutla yang masih melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam forum yang berlangsung 12–13 September 2026 itu, Prabowo membawa pesan mengenai ketahanan, keberlanjutan, serta pertumbuhan global yang inklusif.

Namun, menurut WALHI, persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia belum menjadi bagian utama dari pesan tersebut.

Pengkampanye Iklim dan Isu Global WALHI Patria Rizky Ananda menilai ketahanan tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kemampuan pemerintah menangani bencana setelah terjadi.

Menurutnya, ketahanan juga harus diwujudkan melalui pencegahan agar masyarakat dan lingkungan tidak terus berada dalam kondisi rentan.

“Ketahanan tidak boleh berhenti menjadi jargon di forum internasional,” ujar Patria.

Data yang dikutip WALHI menunjukkan skala dampak karhutla cukup besar.

BNPB mencatat sekitar 929,83 hektare lahan terbakar dalam 24 jam pada 13 September 2026.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 10,67 juta penduduk terdampak dan 113.336 kasus ISPA di tujuh provinsi hingga September 2026.

WALHI juga menyoroti kontribusi karhutla terhadap krisis iklim. Data Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) memperkirakan kebakaran di Indonesia pada 6–12 September 2026 melepaskan sekitar 12,73 juta ton karbon.

Karena itu, WALHI meminta pemerintah memperkuat pencegahan karhutla melalui perlindungan dan pemulihan hutan serta gambut, sistem peringatan dini, layanan kesehatan, pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat, dan penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran.

Patria menegaskan, ketahanan Indonesia seharusnya tidak hanya dibicarakan di panggung global, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang terdampak bencana ekologis.

BRICS 2026 headline Hutan dan Gambut ispa karhutla kebakaran hutan Kebakaran Lahan krisis iklim Lingkungan prabowo subianto walhi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIndra Herlambang Cocok Jadi MC Idol K-Pop dan Artis China? Ini 7 Alasannya
Next Article Ada Fosfat Tinggi di Antara Ikan Mati Massal di Sungai Jagir
Walhi

Related Posts

560 Pemuda dari 22 Provinsi Sampaikan Lima Tuntutan kepada Presiden

30 Oktober 2026 / 10:36 WIB

Bintang Star Trek dan X-Men “Patrick Stewart” Meninggal di Usia 86 Tahun

30 Oktober 2026 / 09:32 WIB

Menembus Bundaran HI, Menyampaikan Aspirasi

29 Oktober 2026 / 10:48 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Mengenal Halloween, Perayaan 31 Oktober yang Identik dengan Labu dan Kostum Seram

30 Oktober 2026 / 12:42 WIB

Bennett A.K. Rilis “Get Back”, Lagu Penyemangat untuk Mereka yang Berjuang hingga Ronde Terakhir

30 Oktober 2026 / 11:38 WIB

560 Pemuda dari 22 Provinsi Sampaikan Lima Tuntutan kepada Presiden

30 Oktober 2026 / 10:36 WIB

Bintang Star Trek dan X-Men “Patrick Stewart” Meninggal di Usia 86 Tahun

30 Oktober 2026 / 09:32 WIB

Menembus Bundaran HI, Menyampaikan Aspirasi

29 Oktober 2026 / 10:48 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.