Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Rilis Pers»Sulawesi Telah Melampaui Daya Dukung Lingkungan
Rilis Pers

Sulawesi Telah Melampaui Daya Dukung Lingkungan

Andi NZAndi NZ16 September 2026 / 10:39 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi.

Jakarta (iddaily.net) – Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyebut Pulau Sulawesi telah melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup (D3TLH).

Berdasarkan kajian terhadap udara, air, lahan, kondisi sosial, dan kebijakan, Sulawesi memperoleh skor agregat 4,5 dari 5 atau masuk kategori “melampaui batas”.

Temuan tersebut disampaikan dalam laporan Melampaui Batas: Kegagalan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) Mengendalikan Ekspansi Industri Ekstraktif di Sulawesi, yang mengkaji perkembangan industri ekstraktif sepanjang 2014–2024.

Peneliti CELIOS Muhamad Saleh mengatakan, status ekologis Sulawesi yang telah melampaui batas belum otomatis menghentikan penerbitan izin baru maupun memicu evaluasi terhadap izin lama.

Dalam kajiannya, CELIOS mencatat pemerintah menerbitkan 574 izin tambang baru selama 2014–2024.

Sebanyak 277 izin di antaranya berada di wilayah dengan kondisi ekologis kritis, dengan luas konsesi mencapai 440.998 hektare.

Ekspansi tersebut juga berkaitan dengan deforestasi. CELIOS menyebut pertambangan dan perkebunan sawit menyumbang sekitar 82,2 persen deforestasi di Sulawesi pada periode 2014–2023.

Tekanan lingkungan juga muncul dari industri nikel, pembangunan smelter, PLTU captive, konflik agraria, serta meningkatnya beban kesehatan masyarakat di kawasan industri.

CELIOS memperkirakan kerugian ekologis kumulatif akibat ekspansi industri ekstraktif di Sulawesi telah melampaui Rp100 triliun.

CELIOS mendesak pemerintah memperkuat regulasi D3TLH agar status “melampaui batas” memiliki konsekuensi hukum, termasuk penghentian izin baru, evaluasi izin lama, kewajiban pemulihan lingkungan, serta keterbukaan data ekologis dan perizinan kepada publik.

CELIOS D3TLH deforestasi industri ekstraktif kerusakan lingkungan konflik agraria lingkungan hidup nikel pertambangan smelter Sulawesi Tambang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKPAI Desak Data Manifes Kapal Virgo Transport 8 Dibuka
Next Article 12 Pengaba Asia Tenggara Tampil dalam Konser Paduan Suara di Manado
Andi NZ
  • Website

Related Posts

Penggerebekan Ugal-Ugalan, DPR Desak LPSK Turun Tangan

31 Oktober 2026 / 08:23 WIB

Libatkan Gen Z Kenali Mikroplastik, Raih Penghargaan Edukasi Sains

31 Oktober 2026 / 08:00 WIB

560 Pemuda dari 22 Provinsi Sampaikan Lima Tuntutan kepada Presiden

30 Oktober 2026 / 10:36 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Jangan Sampai Terlewat! 10 Drakor Baru November 2026 Lengkap Jadwal Tayangnya

02 November 2026 / 17:17 WIB

Kapolri Terbitkan Larangan Vape bagi Anggota Polri, Pelanggar Terancam Sanksi

02 November 2026 / 16:39 WIB

Bung Maruf yang Saya Kenal

31 Oktober 2026 / 16:07 WIB

Penulis Naskah Detective Conan Toyoto Kogiso Meninggal, Karyanya Pernah Hiasi TV Indonesia

31 Oktober 2026 / 15:37 WIB

Penggerebekan Ugal-Ugalan, DPR Desak LPSK Turun Tangan

31 Oktober 2026 / 08:23 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.