Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Pers dan Media»Saat Indonesia Masih Inflasi, Jawa Timur Justru Deflasi, Ini Penyebabnya
Pers dan Media

Saat Indonesia Masih Inflasi, Jawa Timur Justru Deflasi, Ini Penyebabnya

Icha BalqisIcha Balqis09 Agustus 2026 / 09:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Penjualan Bawang Merah di Pasar Tradisional/Antara Foto
Penjualan Bawang Merah di Pasar Tradisional/Antara Foto

Jakarta (iddaily.net) – Pergerakan harga pada Juli 2026 menunjukkan dinamika yang berbeda antara tingkat nasional dan daerah. Saat Indonesia masih mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 2,88 persen, Provinsi Jawa Timur justru mengalami deflasi 0,26 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor yang berbeda dalam pembentukan harga di tingkat nasional maupun daerah.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi nasional pada Juli 2026 didorong oleh kenaikan biaya pendidikan seiring dimulainya tahun ajaran baru.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga masih memberikan andil terhadap kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK), terutama karena peningkatan harga sejumlah komoditas pangan.

Di tingkat nasional, beberapa komoditas seperti beras, emas perhiasan, rokok kretek filter, minyak goreng, dan daging ayam ras menjadi penyumbang inflasi. Kenaikan harga tersebut membuat inflasi tahunan Indonesia tetap berada pada level 2,88 persen.

Berbeda dengan kondisi nasional, Jawa Timur justru menikmati penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura. Kepala BPS Jawa Timur, Sutrisno, menjelaskan melimpahnya pasokan hasil panen membuat harga bawang merah, tomat, serta beberapa komoditas hortikultura lainnya mengalami penurunan sehingga mendorong deflasi sebesar 0,26 persen pada Juli 2026.

Menurut BPS, melimpahnya produksi di sentra pertanian Jawa Timur berpengaruh langsung terhadap harga di tingkat konsumen.

Ketika pasokan meningkat sementara permintaan relatif stabil, harga cenderung turun dan memberikan andil terhadap deflasi.

Meski demikian, Jawa Timur tidak sepenuhnya terbebas dari tekanan inflasi. Kelompok pendidikan tetap mengalami kenaikan biaya seiring dimulainya tahun ajaran baru.

Beberapa komoditas dan jasa lainnya juga masih mengalami kenaikan harga, namun dampaknya tertutupi oleh penurunan harga komoditas hortikultura yang lebih besar.

Perbedaan kondisi nasional dan Jawa Timur menunjukkan bahwa inflasi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor makroekonomi, tetapi juga sangat bergantung pada karakteristik masing-masing daerah.

Wilayah yang menjadi sentra produksi pangan umumnya lebih cepat merasakan dampak peningkatan pasokan melalui penurunan harga, sedangkan daerah yang bergantung pada pasokan dari luar lebih rentan mengalami kenaikan harga.

BPS menilai kondisi tersebut mencerminkan pentingnya menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan konsumsi pangan.

Pasokan yang memadai mampu menekan harga dan menjaga daya beli masyarakat, sementara gangguan produksi atau distribusi berpotensi memicu inflasi.

Ke depan, pemerintah bersama Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memperkuat pengendalian harga, terutama pada komoditas pangan strategis dan kelompok pengeluaran yang berpotensi mendorong inflasi, sehingga stabilitas harga tetap terjaga di tingkat nasional maupun daerah.

BPS deflasi inflasi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIroni Sepak Bola Kita: Organizer yang Baik, Tapi Buruk di Prestasi
Next Article Kebakaran Bromo Meluas 176 Ha, Seluruh Akses Wisata Ditutup Total
Icha Balqis

Friendly Woman yang sering lost signal.

Related Posts

Gapeka 2026 Berlaku 1 Desember, Cek Perubahan Jadwal KA dari Surabaya

05 November 2026 / 10:25 WIB

Produksi Padi Jatim 2026 Diproyeksikan Naik, BPS Ungkap Potensi Penurunan Panen Akhir Tahun

05 November 2026 / 09:57 WIB

Direktur Eksekutif Baru LPDS: Pers Sekarang Tidak Sedang Baik-baik Saja

21 Oktober 2026 / 14:25 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Dua Gunung di Jawa Timur Erupsi Hampir Bersamaan, Ini Penjelasan-Potensi Bahayanya

07 November 2026 / 13:03 WIB

Cara Mengenali HP Disadap dan Melindungi Data Pribadi, Kenali Tanda-tandanya

07 November 2026 / 12:24 WIB

Semeru Kembali Erupsi 7 Kali Jumat 6 Nov 2026, Sehari Sebelumnya Luncurkan Awan Panas 4,5 Km

06 November 2026 / 14:08 WIB

Nowela dan Bennett A.K. Rilis “Semangat Maju”, Lagu untuk Mimpi Indonesia Jadi Juara

06 November 2026 / 13:41 WIB

Gunung Bromo Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, BPBD Minta Wisatawan Waspada

06 November 2026 / 13:18 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.