Jakarta (iddaily.net) – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, masih tinggi. Setelah mengalami erupsi disertai awan panas guguran tiga kali pada Kamis (5/11/2026), gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut kembali mengalami erupsi berulang pada Jumat (6/11/2026).
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui MAGMA Indonesia, tercatat tujuh laporan erupsi sejak pukul 00.35 hingga 09.36 WIB.
Erupsi terbaru yang tercatat terjadi pukul 09.36 WIB. Tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat daya. Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 179 detik,” kata salah satu petugas PVMBG, Fuaad Asfara Mahendra dalam keterangannya.
Sebelumnya, erupsi juga terjadi pada pukul 08.37 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter. Sementara pada pukul 05.35 WIB, kolom abu teramati mencapai 600 meter di atas puncak.
Aktivitas serupa tercatat pada pukul 04.42 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter, pukul 02.51 WIB sekitar 500 meter, serta pukul 02.42 WIB sekitar 600 meter. Erupsi pertama pada Jumat terjadi pukul 00.35 WIB, tetapi visual letusan tidak teramati.
Sementara aktivitas Semeru pada Kamis (5/11/2026) juga menunjukkan peningkatan. Gunung tersebut meluncurkan awan panas guguran sebanyak tiga kali secara berturut-turut pada pagi hari.
Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, awan panas guguran pertama terjadi saat erupsi pukul 06.33 WIB dengan jarak luncur sekitar 3 kilometer.
Selanjutnya, aktivitas serupa terjadi pukul 08.43 WIB dengan jarak luncur 3,5 kilometer. Awan panas kembali meluncur pukul 09.24 WIB hingga mencapai 4,5 kilometer dari puncak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.
Saat ini, Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
Warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer.
Selain itu, aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak juga harus dihindari karena rawan lontaran batu pijar.
PVMBG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, serta lahar, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
