Jakarta (iddaily.net) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas.
Hingga Jumat (7/8/2026), luas area yang terbakar dilaporkan telah mencapai sekitar 120 hektare, meningkat signifikan dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat sekitar 80 hektare.
Meluasnya area terdampak mendorong pemerintah mengerahkan helikopter untuk operasi water bombing guna membantu mempercepat pemadaman api.
Langkah tersebut dilakukan karena medan yang sulit dijangkau petugas darat, ditambah kondisi cuaca kering dan embusan angin yang membuat kobaran api cepat merambat ke kawasan savana dan vegetasi pegunungan.
Tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar TNBTS, BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat masih berjibaku memadamkan api di sejumlah titik.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan helikopter pemadam telah bersiaga di Lapangan Udara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, selain penyiraman dari udara, petugas di darat terus melakukan pemadaman manual, patroli, serta penyekatan agar api tidak meluas ke area konservasi lainnya.
“Kawasan yang terdampak didominasi padang savana, semak belukar, dan vegetasi cemara gunung yang mengering akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat api lebih mudah menyebar, terutama ketika disertai embusan angin,” katanya dalam keterangannya.
Selama proses penanganan berlangsung, pengelola TNBTS masih memberlakukan pembatasan akses ke sejumlah kawasan wisata yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Wisatawan diminta mematuhi arahan petugas dan tidak memasuki area yang ditutup demi alasan keselamatan.
Selain menghanguskan hamparan savana yang menjadi salah satu ikon wisata Bromo, kebakaran juga dikhawatirkan berdampak pada habitat satwa liar dan keseimbangan ekosistem di kawasan taman nasional.
Petugas terus memantau perkembangan titik api selama 24 jam. Upaya pemadaman diharapkan dapat dipercepat dengan dukungan water bombing sehingga kobaran api tidak terus meluas ke area lain.
