Jakarta (iddaily.net) – Uang Rp 100.000 bertanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi perhatian setelah terjadi pergantian Menteri Keuangan pada 2026.
Pecahan ini menarik perhatian karena tanda tangan Menteri Keuangan pada uang Rupiah merupakan bagian dari desain resmi uang yang diterbitkan Bank Indonesia.
Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Setelah terjadi pergantian jabatan, uang Rupiah yang telah beredar dengan tanda tangan Purbaya kemudian menjadi perhatian masyarakat, termasuk penggemar numismatik atau kolektor uang.
Apa Itu Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya?
Dilansir dari situs Bank Indonesia, uang Rp 100.000 bertanda tangan Purbaya bukanlah uang yang ditandatangani Purbaya secara pribadi setelah beredar di masyarakat.
Tanda tangan tersebut merupakan bagian dari desain resmi uang Rupiah yang memuat tanda tangan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia.
Karena itu, keberadaan tanda tangan Purbaya pada uang Rp100.000 berkaitan dengan periode ketika Purbaya menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Apakah uang Rp100 ribu bertanda tangan Purbaya masih berlaku?
Ya.
Uang Rp 100.000 dengan tanda tangan Purbaya yang merupakan Rupiah resmi dan masih berada dalam masa berlaku tetap dapat digunakan sebagai alat pembayaran.
Pergantian Menteri Keuangan tidak otomatis membuat uang yang telah beredar menjadi tidak berlaku.
Masyarakat yang menemukan uang Rp100.000 bertanda tangan Purbaya tidak perlu khawatir uang tersebut tidak bisa digunakan hanya karena pejabat yang tanda tangannya tercetak di uang sudah tidak menjabat.
Mengapa Dicari Kolektor?
Bagi kolektor, pergantian tanda tangan pejabat pada uang Rupiah dapat menjadi salah satu hal yang menarik untuk didokumentasikan dan dikoleksi.
Uang dengan tanda tangan pejabat yang sudah tidak lagi menjabat dapat memiliki nilai historis tertentu bagi penggemar numismatik.
Namun, perlu dibedakan antara menarik untuk dikoleksi dan pasti mempunyai harga jual tinggi.
Tidak semua uang bertanda tangan mantan pejabat otomatis menjadi uang langka atau mahal.
Apakah uang Rp 100 ribu bertanda tangan Purbaya pasti mahal?
Belum tentu.
Harga sebuah uang koleksi dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti:
– Kondisi fisik uang
– Kelangkaan
– Tahun cetak
– Nomor seri
– Variasi atau kesalahan cetak
– Jumlah uang yang beredar
– Permintaan kolektor
Uang yang kondisinya masih sangat baik biasanya lebih menarik bagi kolektor dibandingkan uang yang sudah kusut, sobek, terkena noda atau banyak bekas lipatan.
Nomor seri tertentu juga dapat menjadi faktor tambahan yang membuat sebuah uang lebih menarik bagi kolektor.
Jangan Langsung Menjual dengan Harga Tinggi
Munculnya informasi bahwa uang bertanda tangan Purbaya dicari kolektor tidak berarti setiap lembar Rp100.000 tersebut otomatis bernilai jauh di atas nominal.
Masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayai unggahan media sosial yang mencantumkan harga fantastis tanpa melihat kondisi uang, nomor seri, kelangkaan, serta transaksi pembanding.
Jika ingin mengetahui nilai koleksinya, pemilik uang dapat membandingkannya dengan pasar numismatik atau berkonsultasi dengan komunitas dan kolektor yang memiliki pengetahuan mengenai uang Rupiah.
Bagaimana Cara Mengenali Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya?
Cara paling mudah adalah memeriksa bagian depan uang Rp100.000 dan melihat tanda tangan pejabat yang tercetak pada uang tersebut.
Perhatikan pula:
– Nominal: Rp100.000.
– Desain: sesuai dengan uang Rupiah resmi.
– Tahun emisi/tahun cetak: periksa keterangan yang terdapat pada uang.
– Tanda tangan: lihat nama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia.
– Nomor seri: catat jika ingin mengecek potensi nilai koleksinya.
– Kondisi fisik: semakin baik kondisi uang, semakin menarik untuk koleksi.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Temukan Uang Tersebut?
Jika menemukan uang Rp100.000 bertanda tangan Purbaya dan memang tertarik mengoleksinya, uang tersebut dapat disimpan dalam kondisi baik.
Hindari melipat, mencoret, menstaples, mencuci, atau memberikan perlakuan yang dapat merusak permukaan uang.
Untuk kolektor, kondisi fisik merupakan salah satu bagian penting dalam menentukan daya tarik sebuah uang.
