Jakarta (iddaily.net) – Kenaikan harga minyak goreng (Migor), bawang merah, cabai rawit, cabai merah, beras, hingga tiket pesawat menyumbang inflasi terbesar pada Mei 2026.
Harga pangan mempengaruhi inflasi pada Mei karena terbatasnya pasokan pada sejumlah komoditas pangan seperti beras, cabai, dan bawang sehingga mendorong terjadinya tekanan harga.
Sementara pasokan daging dan telur ayam ras cenderung tercukupi, meski permintaan menurun dibandingkan bulan sebelumnya.
Hal itu dilansir dari laman Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, bahwa inflasi sebesar 1,43 persen pada Mei 2026 dibandingkan April 2026 (month-to-month/mtm).
BPS Jatim mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada Mei 2026 sebesar 3,49 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 1,22 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati mengaku terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,06 pada Mei 2025 menjadi 111,83 pada Mei 2026.
“Inflasi di Jatim bulan lalu dilatarbelakangi beberapa factor. Seperti meningkatnya biaya bahan baku industri yang diperoleh dari impor, serta kenaikan harga berbagai produk berbahan plastik yang memberikan tekanan pada harga sejumlah komoditas mulai dari peralatan elektronik dan hingga air minum kemasan,” kata Herum.
Dia menambahkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan 5,67 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meningkat 10,65 persen, serta kelompok transportasi yang naik 3,30 persen.
Sejumlah komoditas tercatat menjadi pendorong utama inflasi tahunan di Jawa Timur. Di antaranya emas perhiasan, angkutan udara, cabai rawit, beras, daging ayam ras, minyak goreng, daging sapi, cabai merah, hingga rokok kretek mesin.
“Sektor transportasi, tarif angkutan udara menjadi komoditas dengan andil terbesar. Kenaikan harga tiket pesawat turut mendorong inflasi kelompok transportasi yang mencapai 3,30 persen secara tahunan,” tandasnya.
