AWAS: 24, 28, 29 MARET, PREDIKSI ARUS BALIK

Jasa Raharja dan Polri mencatatat, hingga 22-23 Maret 2026, jumlah kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026 berjumlah 2.119 kasus. 

Meski terkesan banyak, namun jumlah ini turun 2 hingga 3,23 persen dibandingkan periode mudik tahun 2025. Jumlah korban meninggal dunia pun turun sampai 28 persen.

Bagaimana dengan arus balik? Nah, ini perlu kewaspadaan. Karena waktu balik ke kota asal, secara psikologi, konon lebih riskan.

Di sejumlah daerah di Jawa Timur misalnya, arus lalu lintas mulai meningkat. 

Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi selama 3 hari. Yakni tanggal 24, 28 dan 29 Maret 2026.

Dilansir dari beberapa sumber, di Jawa Timur, peningkatan kendaraan terlihat di beberapa gerbang tol (GT). 

Di GT Waru Gunung, kendaraan menuju Surabaya mencapai 288.201 unit atau naik 18,73 persen, sedangkan arah Jakarta mencapai 313.923 kendaraan atau naik 37,58 persen.

Di GT Kejapanan Utama, sebanyak 318.617 kendaraan menuju Malang (naik 12,64 persen) dan 305.776 kendaraan menuju Surabaya (naik 1,87 persen).

"Sementara di GT Singosari, kendaraan menuju Malang tercatat 170.386 unit (naik 4,63 persen), sedangkan arah Surabaya mencapai 160.248 kendaraan (naik 4,36 persen)," jelas Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo, melansir Antara.

JTT mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa tetap mengutamakan keselamatan, merencanakan perjalanan dengan baik, serta memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima. 

Pengguna jalan diminta memastikan kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan.

Sementara Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Jasa Marga,  Rivan A. Purwantono mengaku arus balik masih berpotensi tinggi terutama setelah periode H+1 Lebaran.

"Melihat masih tingginya lalu lintas mudik yang meninggalkan wilayah Jabotabek hingga H+1 Lebaran, Jasa Marga mengimbau masyarakat yang saat ini masih berada di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek dengan menghindari puncak arus balik," ujar Rivan.

Dia menambahkan, pengguna jalan yang memiliki fleksibilitas waktu disarankan memanfaatkan periode Work From Anywhere (WFA) pada 25–27 Maret 2026 untuk kembali ke wilayah Jabodetabek. 

Langkah itu dinilai efektif membantu mengurai kepadatan kendaraan.

Selain itu, Jasa Marga juga memberlakukan diskon tarif tol sebanyak 30 persen pada 26–27 Maret 2026 di 9 ruas jalan tol. 

"Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan pada waktu favorit seperti pagi dan malam hari, serta mengantisipasi kepadatan di jalur wisata," tambahnya.

Data Jasa Marga, volume lalu lintas kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek pada periode H-10 hingga H+1 Idul Fitri 1447 H atau 11–22 Maret 2026 tercatat mencapai 2.217.462 kendaraan. 

Angka itu meningkat 27,1 persen dibanding kondisi normal.

Data tersebut dihimpun dari empat gerbang tol utama, yakni GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak).

Dari total tersebut, sekitar 54,9 persen kendaraan menuju arah timur (Trans Jawa dan Bandung), 25 persen menuju arah barat (Merak) dan 20,1 persen menuju arah selatan (Puncak).

Rivan menjelaskan, angka tersebut setara dengan 62,8 persen dari proyeksi total 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan keluar dari Jabodetabek selama periode 11–31 Maret 2026.

Pada H+1 Lebaran atau 22 Maret 2026, tercatat 210.209 kendaraan meninggalkan Jabodetabek, naik 57,3 persen dibanding kondisi normal. 

Sementara arus balik menuju Jabodetabek masih sedikit di bawah kondisi normal 170.681 kendaraan.

#Icha
#Foto

Tidak ada komentar