14 May 2010

Abraham dan Jadwal Sholat di Belanda

Iman D. Nugroho, Hilversum

Seorang laki-laki tua di Bussum, Netherlands, memiliki kebiasaan mulia; menyebarkan jadwal sholat lima waktu kepada setiap pendatang muslim di kota itu. “Saya hanya ingin saudara muslim tidak bingung ketika akan menjalankan ibadahnya,”

“Maaf, apakah di antara kalian ada yang muslim?” tanya, Bram, warga kota Bussum, North Holland, Sabtu lalu. Pertanyaan laki-laki berusia 70 tahun pada rombongan peserta kursus singkat Radio Netherlands Training Center (RNTC) ini sedikit mengejutkan.

Selama ini, masyarakat Belanda dikenal tidak mempersoalkan persoalan pribadi seperti agama. “Saya hanya ingin membagikan ini,” tambahnya, sembari memberikan selembar kertas.

Sekilas, lembaran kertas berukuran folio yang berisi tulisan arab dan latin berbahasa Belanda itu, memang tidak istimewa. Lebih mirip kertas stensil dengan huruf yang diketik dengan mesin ketik manual, plus beberapa coretan di dalamnya.

Namun, bila dibaca lebih detail, tulisan yang tertera di kertas itu sangat berharga bagi umat Islam. “Ini adalah jadwal sholat lima waktu hingga bulan Mei esok,” kata Bram.

Masjid Bussum

Jadwal yang dibagikan Bram, berasal dari Moskee Atakwa Bussum (Masjid Atakwa Bussum-Ind) yang terletak di pusat kota Bussum. Pengurus masjid itu secara berkala memperbaharui jadwal sholat lima waktu yang kerap kali berubah.

Seperti juga iklim Negara itu yang kerap kali berubah. Untuk umat Islam di Bussum saja, hal itu masih menjadi sesuatu yang membingungkan, apalagi untuk umat Islam pendatang.

Abraham tak bisa mengingat lagi, kapan dirinya memulai kebiasaan membagi-bagikan jadwal sholat itu. Namun, katanya, dirinya mengharapkan apa yang dilakukan itu tidak terlalu dipandang istimewa.

“Tidak masalah bagi Saya tentang agama yang berbeda,” kata laki-laki pensiunan guru ini. Dengan semangat itu jugalah, Bram juga mendapatkan support dari orang tua bekas muridnya yang sebagian beragama Islam. Para orang tua bekas murid Bram ini secara kebetulan adalah jamaah di masjid Atakwa.

“Orang tua mantad murid Saya itulah yang tidak pernah berhenti menyuport saya, dan mengabarkan bila jadwal sudah berubah atau diupdate,” terangnya. Saat itulah, Bram pergi ke masjid Atakwa untuk mengambil jadwal, dan memfotokopinya. Bila dirinya bertemua dengan sahabat-sahabat muslimnya, Bram selalu menawaran jadwal sholat baru itu.

Tindakan yang aneh

Bram menyadari, apa yang dilakukan ini tergolong aneh. Apalagi untuk ukuran orang Belanda, yang seringkali tidak mempedulikan hal agama. Di Negara ini, sekitar 40-an persen penduduknya menganut atheism (tidak mengakui adanya Tuhan). Sementara sisanya terbagi menjadi berbagai macam agama dan sekte-sektenya. Dua kelompok (atheism dan beragama) ini hidup saling berdampingan.

“Dan itu memunculkan sesuatu yang mungkin hanya terjadi di Belanda,” kata Bram memanding rasa penasaran. Yakni, adanya gereja yang berubah fungsi karena umatnya tidak ada. Di sebuah gereja Katolik di kota Bussum misalnya. Karena ketika mejadi gereja tidak banyak jemaah yang hadir, maka pemerintah setempat mengubahnya menjadi apartemen.

Masyarakat, jelas Bram, tidak masalah dengan hal itu. Yang penting apa yang dilakukan pemerintah itu juga disetujui oleh rakyat setempat. “Saya sendiri Kristen Protestan dan bahkan sempat hampir menjadi pendeta. Tapi saya tidak masalah dengan itu semua,” kata Bram. Seperti juga, ketika Bram merasa perlu mendistribusikan jadwal sholat kepada warga muslim yang dikenalnya.

Melarang Tower

Hubungan antar agama di Eropa sempat mengalami beberapa masalah yang merusak kerukunan antar agama. Belum lama, Pemerintah Swiss dikritik karena melarang pembangunan tower masjid.

Keputusan itu dianggap diskriminatif kepada masyarakat muslim yang ada di negeri itu. Sebelumnya, sebuah media di Denmark, juga menuai kontroversi karena memuat karikatur yang diumpamakan dengan Nabi umat muslim, Muhammad. Hal itu memicu demonstrasi berdarah di beberapa Negara.

Namun, apa yang dilakukan Abraham, bisa jadi menjadi masa depan yang lebih baik bagi kehidupan beragama di Eropa. Terima kasih, Bram,..

| republish | Please Send Email to: iddaily@yahoo.com |

2 comments:

  1. baru kemudian ketauan belangnya. ternyata ada nafsu di balik jadwal yg dibagikan. :D

    ReplyDelete
  2. Anonymous7:31 pm

    Iyakah? tahu dari mana?

    ReplyDelete

Program

Program