Jakarta (iddaily.net) – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) melalui program pemberdayaan ekonomi dan sosial.
Salah satu program unggulan yang terus dikembangkan adalah Lansia Entrepreneur, yang menjadi bagian dari Program SIDAYA (Lansia Berdaya).
Hal tersebut disampaikan Wihaji saat menghadiri Kriyaan Lansia Kota Bekasi 2026 bertema “Lansia Berdaya, Berkarya, dan Bahagia” yang digelar di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, Rabu (8/7/2026).
Menurut Wihaji, pembangunan keluarga merupakan salah satu tugas utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Dalam pelaksanaannya, perhatian terhadap kesejahteraan lansia menjadi bagian penting untuk mewujudkan keluarga yang tangguh dan berkualitas.
Program Lansia Entrepreneur sendiri dijalankan melalui Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL).
Program ini dirancang untuk mendorong para lansia tetap aktif, produktif, serta memiliki kesempatan mengembangkan usaha sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan di usia lanjut.
Melalui program tersebut, para peserta memperoleh pelatihan kewirausahaan yang disesuaikan dengan minat, kemampuan, dan hobi mereka.
Pelaksanaan pelatihan juga melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta mitra kerja, dengan implementasi di kelompok BKL dan Sekolah Lansia.
“Sekolah lansia bagian dari cara kita untuk memberdayakan (lansia) supaya ada aktivitas, kemudian lebih produktif, dan tentu mengurangi kesepian. Dari problem kesepian itulah kita buat program, sekolah lansia dan lansia entrepreneur,” ujar Wihaji.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan perkembangan positif program Sekolah Lansia di wilayahnya.
Ia menyebut target awal sebanyak 3.000 peserta yang ditetapkan sejak 2022 telah berhasil dilampaui.
Menurut Tri, hingga memasuki tahun ketiga pelaksanaan program, jumlah peserta Sekolah Lansia telah mencapai sekitar 3.500 orang yang tergabung dalam 22 sekolah lansia yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Bekasi.
“Ternyata lonjakannya luar biasa, baru masuk tahun ketiga ini, kurang lebih 3.500 lansia yang sudah menjadi peserta didik, terdiri dari 22 sekolah lansia yang tersebar di seluruh kecamatan,” kata Tri Adhianto.
Kriyaan Lansia Kota Bekasi 2026 juga menjadi wadah bagi para peserta Sekolah Lansia untuk menampilkan berbagai hasil karya yang telah dipelajari selama mengikuti program pembelajaran.
Beragam produk dipamerkan, mulai dari minuman tradisional, batik ramah lingkungan (eco green), produk rajut, hingga aneka makanan ringan hasil kreativitas para lansia.
Pemerintah berharap pengembangan Sekolah Lansia dan program Lansia Entrepreneur dapat terus memperkuat peran lansia sebagai kelompok masyarakat yang tetap produktif, mandiri, dan berdaya, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka melalui kegiatan yang bermanfaat secara ekonomi maupun sosial.
