Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Rilis Pers»Muhammadiyah Dorong Pembenahan Tata Kelola dan Pengawasan MBG
Rilis Pers

Muhammadiyah Dorong Pembenahan Tata Kelola dan Pengawasan MBG

ID NugrohoID Nugroho18 Juni 2026 / 08:50 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto: Sekneg RI

Jakarta (iddaily.net) –Di tengah berbagai kritik dan masukan yang mengemuka terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Muhammadiyah menegaskan dukungannya terhadap program strategis nasional tersebut sekaligus mendorong adanya pembenahan menyeluruh agar tujuan peningkatan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal.

Melalui Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia itu menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam pelaksanaan MBG dengan mengedepankan prinsip amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

Sikap tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pemenuhan gizi merupakan fondasi penting dalam membangun generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing di masa depan.

Muhammadiyah menilai program makan bergizi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bagi masyarakat, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Karena itu, tata kelola yang baik menjadi faktor penting untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menjelaskan bahwa berbagai persoalan dan kritik yang muncul dalam implementasi MBG perlu dijadikan momentum evaluasi untuk memperkuat sistem pengelolaan program.

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari besarnya jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas tata kelola yang dibangun sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Yamin menekankan bahwa pemenuhan gizi yang memadai merupakan syarat utama dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif.

Tanpa dukungan asupan gizi yang baik, berbagai upaya pembangunan sumber daya manusia berpotensi menghadapi hambatan yang signifikan.

Dalam pandangan Muhammadiyah, penguatan tata kelola harus menjadi prioritas utama agar program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Organisasi tersebut juga mendorong peningkatan profesionalisme sumber daya manusia yang terlibat, pengawasan berkala, serta penerapan sistem transparansi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Sebagai organisasi yang memiliki jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pelayanan sosial, Muhammadiyah menilai dirinya memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam menyukseskan program tersebut.

Pengalaman panjang dalam pengelolaan layanan publik dinilai dapat menjadi modal penting dalam mendukung implementasi MBG di berbagai daerah.

Yamin mengungkapkan terdapat tiga pilar utama yang harus menjadi standar dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis.

Pilar pertama adalah keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, serta keamanan konsumsi. Pilar kedua adalah penerapan tata kelola yang amanah dan profesional.

Sementara pilar ketiga berfokus pada pengembangan ekosistem yang berkelanjutan agar program tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat.

Muhammadiyah juga menilai keberhasilan MBG harus mampu menciptakan sistem yang kuat dan berkelanjutan, termasuk melalui peningkatan kapasitas pengelola, penguatan mekanisme pengawasan, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kualitas generasi Indonesia di masa mendatang.

Di tengah tingginya perhatian publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, Muhammadiyah berharap berbagai kritik yang muncul dapat menjadi bahan evaluasi konstruktif bagi seluruh pemangku kepentingan.

Melalui tata kelola yang lebih baik, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia yang menjadi salah satu prioritas nasional.

gizi anak Indonesia mbg Muhammadiyah Program Makan Bergizi Gratis tata kelola MBG
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMakin Luas, Demonstrasi Memprotes Pemerintahan Prabowo-Gibran
Next Article Dua Sisi Memandang Pengusiran Menteri dan Wamen di UGM
ID Nugroho

Jurnalis dan blogger senior, tergila-gila pada dunia jurnalistik dan musik

Related Posts

Penggerebekan Ugal-Ugalan, DPR Desak LPSK Turun Tangan

31 Oktober 2026 / 08:23 WIB

Libatkan Gen Z Kenali Mikroplastik, Raih Penghargaan Edukasi Sains

31 Oktober 2026 / 08:00 WIB

560 Pemuda dari 22 Provinsi Sampaikan Lima Tuntutan kepada Presiden

30 Oktober 2026 / 10:36 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Jangan Sampai Terlewat! 10 Drakor Baru November 2026 Lengkap Jadwal Tayangnya

02 November 2026 / 17:17 WIB

Kapolri Terbitkan Larangan Vape bagi Anggota Polri, Pelanggar Terancam Sanksi

02 November 2026 / 16:39 WIB

Bung Maruf yang Saya Kenal

31 Oktober 2026 / 16:07 WIB

Penulis Naskah Detective Conan Toyoto Kogiso Meninggal, Karyanya Pernah Hiasi TV Indonesia

31 Oktober 2026 / 15:37 WIB

Penggerebekan Ugal-Ugalan, DPR Desak LPSK Turun Tangan

31 Oktober 2026 / 08:23 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.