Jakarta (iddaily.net) – Sebanyak 560 pemuda dari 30 titik di 22 provinsi mendeklarasikan lima tuntutan kepada Presiden Republik Indonesia.
Deklarasi Pemuda Indonesia 2026 tersebut dibacakan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.
Deklarasi yang diinisiasi Institut Hijau Indonesia (IHI) itu merupakan hasil konsolidasi pemuda sepanjang September–Oktober 2026.
Mereka menghimpun berbagai persoalan daerah, mulai dari krisis ekologis, ketimpangan pendidikan, sulitnya lapangan kerja, hingga pembatasan kebebasan berpendapat.
Para pemuda menyoroti persoalan karhutla, kerusakan lingkungan akibat pertambangan, deforestasi, serta ancaman terhadap ruang hidup masyarakat adat.
Mereka juga menilai kenaikan harga kebutuhan pokok dan rendahnya upah semakin membebani masyarakat.
Melalui deklarasi tersebut, mereka menyampaikan lima tuntutan kepada Presiden, yakni:
1. Memulihkan lingkungan dan melindungi ruang hidup masyarakat dari eksploitasi industri ekstraktif.
2. Menjamin pendidikan gratis, berkualitas, dan berkeadilan serta kesejahteraan tenaga pendidik.
3. Menurunkan harga kebutuhan pokok, meningkatkan upah minimum, dan merealisasikan janji 19 juta lapangan kerja.
4. Menghentikan kriminalisasi aktivis dan menjamin kebebasan berpendapat.
5. Menegakkan supremasi sipil dan menghentikan militerisasi di ruang sipil.
Deklarasi dibacakan melalui agenda mimbar pemuda secara hybrid, termasuk aksi di Bundaran HI, Jakarta, dan Citra City, Balikpapan.
Para pemuda berkomitmen mengawal lima tuntutan tersebut melalui solidaritas lintas daerah. Mereka juga berencana kembali berkonsolidasi pada 28 Oktober 2028, bertepatan dengan peringatan satu abad Sumpah Pemuda.
