Probolinggo (iddaily.net) – Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Blok Bantengan.
Kobaran api pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB dan hingga kini masih dalam penanganan tim gabungan.
Perkembangan terbaru menunjukkan luas area yang terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 70 hektare.
Api terus merambat akibat vegetasi yang mengering selama musim kemarau, embusan angin kencang, serta medan perbukitan yang terjal sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Pasalnya, Balai Besar TNBTS menutup sementara tiga jalur akses wisata menuju Gunung Bromo.
Dilansir dari berbagai sumber, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono, mengatakan tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan upaya pemadaman, meski keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung.
“Sejak tanggal 3 Agustus kami langsung melakukan upaya pemadaman setelah mendapatkan informasi mengenai kejadian kebakaran tersebut dengan melibatkan berbagai unsur,” ujar Bambang.
Menurut dia, operasi pemadaman melibatkan personel Balai Besar TNBTS bersama BPBD, TNI, relawan, masyarakat Desa Ngadas, masyarakat Ranupane, serta berbagai unsur lainnya.
Namun, upaya pemadaman menghadapi tantangan berat karena lokasi kebakaran berada di lereng Kaldera Tengger yang memiliki kontur curam dan sulit dijangkau.
Selain itu, embusan angin membuat kobaran api terus bergerak ke area lain.
“Kami masih terus berupaya melakukan pemadaman mengingat medan kejadian kebakaran ini sangat berat karena terjadi di lereng Kaldera Tengger,” tambahnya.
Balai Besar TNBTS juga belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Proses penyelidikan masih dilakukan bersamaan dengan upaya pengendalian api.
Selain itu, luas kawasan yang terbakar pada tahap awal juga masih dalam proses pendataan karena petugas memprioritaskan pemadaman.
“Untuk luasan kebakaran saat ini masih dalam proses penghitungan. Fokus petugas sekarang adalah upaya pemadaman,” ujar Bambang.
Sebagai dampak dari kebakaran tersebut, Balai Besar TNBTS menutup sementara akses wisata melalui Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang.
Penutupan diberlakukan mulai Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Sementara wisatawan masih bisa mengakses kawasan Gunung Bromo melalui pintu Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan.
Kunjungan wisatawan dibatasi hanya sampai kawasan Lautan Pasir, sedangkan Savana dan area di sekitar lokasi kebakaran ditutup demi keselamatan pengunjung dan mendukung proses pemadaman.
