Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Galeri»Brantas Pulih, Ikan Rengkik Kembali
Galeri

Brantas Pulih, Ikan Rengkik Kembali

Fully SyafiFully Syafi07 Juni 2026 / 09:29 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Brantas Pulih, Rengkik Kembali. Foto: Fully Syafi
Brantas Pulih, Rengkik Kembali. Foto: Fully Syafi
Brantas Pulih, Rengkik Kembali. Foto: Fully Syafi
Brantas Pulih, Rengkik Kembali. Foto: Fully Syafi
Brantas Pulih, Rengkik Kembali. Foto: Fully Syafi

Surabaya (iddaily.net) –Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Surabaya diwarnai aksi kampanye penyelamatan Sungai Brantas bertajuk “Brantas Pulih, Rengkik Kembali”.

Di aksi yang digelar Jumat, 5 Juni 2026 di Jembatan Kayoon-dekat Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya- itu, Aliansi Komunitas Penyelamat Bantaran Sungai (AKAMSI) mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai, sekaligus mengenalkan kembali kekayaan ikan asli Sungai Brantas yang mulai terancam pencemaran.

Dalam aksi tersebut, peserta membawa poster ajakan menjaga sungai dan melakukan teatrikal bertema penyelamatan ikan air tawar.

Sejumlah peserta mengenakan kostum manusia berkepala ikan sambil membawa poster bertuliskan “Selamatkan Iwak-Iwak Kali Brantas”.

Aksi simbolik ini menjadi pengingat bahwa kualitas sungai sangat menentukan keberlangsungan kehidupan ikan dan kesehatan masyarakat di sepanjang daerah aliran Sungai Brantas.

“Kali Brantas masih memiliki potensi untuk bisa pulih dan menjadi habitat ikan. Penelitian terbaru menunjukkan temuan 34 spesies ikan di Kali Surabaya dan 42 spesies ikan di Kali Brantas. Ini bisa jadi modal kuat masyarakat Jawa Timur untuk memulihkan kualitas air Kali Brantas dan Kali Surabaya,” ungkap Rulli Mustika Adya.

Direktur Posko Ijo tersebut menjelaskan bahwa pengenalan ikan-ikan asli Sungai Brantas perlu dilakukan secara massif agar masyarakat kembali memiliki kedekatan emosional dengan sungai.

Menurutnya, upaya pemulihan sungai tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kesadaran publik untuk menjaga ekosistem air tawar.

Sebagai bagian dari kampanye, Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) bersama sejumlah komunitas menggelar kegiatan “Ngintir Kali Surabaya” pada 30 Mei hingga 2 Juni 2026.

Tim ronda sungai ini terdiri dari tujuh orang, yakni empat orang tim susur sungai dan tiga orang tim darat yang bertugas menguji kualitas air serta melakukan dokumentasi.

Tim tersebut berasal dari Aliansi Komunitas Penyelamat Bantaran Sungai (AKAMSI), Ecoton, Posko Ijo, River Warrior, dan TitikTerang.

Kegiatan susur sungai dilakukan untuk memantau kondisi kualitas air sekaligus mendokumentasikan keberadaan ikan air tawar di Kali Surabaya.

Populasi ikan Sungai Brantas terancam oleh:
– Pencemaran mikroplastik
– Limbah industri daur ulang
– Sampah plastik rumah tangga
– Alih fungsi bantaran sungai menjadi permukiman dan industri

Penelitian Maret 2026 di Kali Surabaya menemukan 34 spesies ikan air tawar. Tiga spesies ikan endemik Jawa yang ditemukan:

– Ikan rengkik/baung (Hemibagrus nemurus)
– Lele Jawa berpati (Clarias batrachus)
– Wader bintik-bintik (Barbodes binotatus)

Temuan tersebut menunjukkan ekosistem sungai masih memiliki peluang untuk dipulihkan. Penelitian 2021–2022 oleh tim Indonesia, Malaysia, dan Brasil mencatat, 42 spesies ikan air tawar di Sungai Brantas

Terdiri dari 35 genus dan 21 famili
– Famili Cyprinidae menjadi kelompok ikan paling dominan di Sungai Brantas
– Kelompok Cyprinidae meliputi ikan bader, wader, dan tawes

Dominasi famili Cyprinidae tercatat:
– 12 genus
– 15 spesies

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, komunitas lingkungan berharap masyarakat tidak lagi memandang sungai sebagai tempat pembuangan akhir sampah. Sungai Brantas dinilai masih memiliki peluang untuk dipulihkan apabila pencemaran dapat ditekan dan perlindungan habitat ikan dilakukan secara konsisten.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia headline Sungai Brantas
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSurvei: Tingkat Kepuasan dan Kepercayaan pada Prabowo-Gibran Tinggi
Next Article Rekor MURI Vaksinasi Campak Dewasa Terbanyak
Fully Syafi

Coffee n Drakor Lover

Related Posts

Karhutla Jatim Capai 11.449 Ha, 77 Persen Lahan Terbakar di Hutan Konservasi

24 Oktober 2026 / 11:47 WIB

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB

PBNU Gelar Apel Hari Santri 2026 di Tebuireng, Ada Pembacaan Resolusi Jihad-Teater Heroik

22 Oktober 2026 / 17:31 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Karhutla Jatim Capai 11.449 Ha, 77 Persen Lahan Terbakar di Hutan Konservasi

24 Oktober 2026 / 11:47 WIB

Mengenal Gandrung Sewu, Festival Tari Kolosal yang Jadi Ikon Banyuwangi

23 Oktober 2026 / 15:00 WIB

BMKG Ingatkan Cuaca Panas-Kering Masih Berlanjut, Jatim Sempat Capai 38 Derajat Celsius

23 Oktober 2026 / 14:06 WIB

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB

KontraS Surabaya: Hentikan Intimidasi dan Pembungkaman Kebebasan Sipil

23 Oktober 2026 / 09:35 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.