Jakarta (iddaily.net) – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Minggu (9/8/2026).
Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat sedikitnya tujuh kali erupsi terjadi sejak dini hari.
Petugas PVMBG Sigit Rian Alfian menyebut, erupsi terbaru terjadi pada pukul 09.00 WIB, tinggi letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 111 detik.
Sebelumnya, erupsi juga terjadi pada pukul 06.57 WIB, letusan mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 4.276 mdpl.
Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya.
Erupsi Semeru pukul 06.57 WIB terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 99 detik.
Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 06.43 WIB, dengan tinggi letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 mdpl.
Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 96 detik.
Erupsi Terjadi Sejak Dini Hari
Aktivitas erupsi Gunung Semeru telah terjadi sejak dini hari pukul 05.58 WIB, erupsi menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 mdpl.
Kolom abu saat itu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke barat daya.
Dalam laporan pengamatan PVMBG, erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat.
Erupsi berikutnya tercatat pada pukul 05.26 WIB, namun visual letusan tidak teramati dan erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat.
Dua erupsi lainnya terjadi pada pukul 00.28 WIB dan 00.14 WIB. Pada kedua kejadian tersebut, visual letusan juga tidak teramati dan erupsi masih berlangsung ketika laporan dibuat.
