Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Rilis Pers»Kecam Penembakan Yahukimo, Dorong Pendekatan Kesejahteraan
Rilis Pers

Kecam Penembakan Yahukimo, Dorong Pendekatan Kesejahteraan

PKSPKS28 Juli 2026 / 20:48 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Jakarta (iddaily.net) -Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia, mengecam keras penembakan terhadap tiga warga sipil yang diduga dilakukan oleh kelompok gerakan separatis bersenjata di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Insiden tersebut mengakibatkan meninggalnya sepasang suami istri dan seorang perempuan dari suku Unaukam.

Menurut informasi yang disampaikan Meity, para korban diduga dieksekusi oleh kelompok yang mengatasnamakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kopitua Heluka.

Aksi tersebut sempat terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial dan memperlihatkan para korban diintimidasi sebelum akhirnya menjadi korban kekerasan.

Warga Sipil Tidak Boleh Menjadi Korban

Meity menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan yang tidak manusiawi dan merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia (HAM).

Ia menegaskan bahwa warga sipil tidak boleh dijadikan sasaran dalam konflik bersenjata.

“Para korban adalah orang-orang yang tidak bersalah dan tidak mengetahui persoalan yang terjadi. Jangan melibatkan warga sipil demi kepentingan kelompok. Apa yang dilakukan para pelaku merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia,” ujar Meity.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan bahwa penggunaan kekuatan bersenjata terhadap masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Pendekatan Ekonomi Selesaikan Papua

Selain mengutuk aksi kekerasan tersebut, Meity juga mendorong pemerintah agar penanganan persoalan Papua lebih mengedepankan pendekatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Papua memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga hasil pengelolaannya harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat setempat.

Ia menilai peningkatan kesejahteraan melalui pemberdayaan ekonomi merupakan langkah jangka panjang yang penting untuk menciptakan stabilitas sosial di Papua.

Meski demikian, Meity mengakui bahwa pendekatan keamanan tetap diperlukan mengingat masih adanya gangguan dari kelompok bersenjata.

“Melalui pemberdayaan masyarakat memang membutuhkan waktu, tetapi menurut saya itulah jalan utama yang harus ditempuh pemerintah, tanpa mengabaikan aspek keamanan,” katanya.

Kunjungan ke PT Freeport Indonesia

Pernyataan tersebut disampaikan Meity usai mengikuti kunjungan kerja Komisi XIII DPR RI ke Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Dalam kunjungan itu, rombongan Komisi XIII meninjau aktivitas pertambangan PT Freeport Indonesia yang mengelola tambang tembaga, emas, dan perak di wilayah tersebut.

Meity mengaku terkesan dengan skala aktivitas pertambangan yang berlangsung.

Namun, ia berharap manfaat ekonomi dari eksplorasi sumber daya alam tersebut dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat asli Papua.

Menurutnya, pemerataan manfaat ekonomi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial dan politik di Papua.

Kementerian HAM Turut Kecam Penembakan

Kecaman terhadap insiden di Yahukimo juga disampaikan Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI pada Minggu (26/7/2026).

Juru Bicara KemenHAM, Thomas Harming Suwarta, menegaskan bahwa pembunuhan di luar proses hukum terhadap warga sipil merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang tidak dapat dibenarkan.

KemenHAM menyatakan telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah di Papua Barat untuk memantau perkembangan situasi sekaligus mendorong deeskalasi konflik antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di Papua.

Sementara itu, personel TNI dilaporkan telah mengevakuasi dua jenazah korban pasangan suami istri ke RSUD Dekai meski sempat mendapat gangguan tembakan dari kelompok bersenjata.

Adapun satu korban perempuan lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Meity berharap seluruh pihak mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat sipil serta mencari penyelesaian konflik Papua melalui langkah-langkah yang mampu menghadirkan keamanan, keadilan, dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

DPR RI HAM Kementerian HAM Meity Rahmatia OPM Papua penembakan PT Freeport Indonesia Yahukimo
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKetika Para Kecoa Membuat Partai
Next Article Putusan MK Soal Kuota Internet Perkuat Hak Konsumen
PKS

Partai Keadilan Sejahtera

Related Posts

Negara Gagal Lindungi Korban Karhutla, 293 Perusahaan Terseret Sepanjang 2026

27 Oktober 2026 / 11:56 WIB

Kemenhaj: Hindari Transit Malaysia dan Singapura demi Keamanan dan Ekonomi Nasional

27 Oktober 2026 / 06:56 WIB

Perusahaan Pembakar Hutan Hanya Disanksi Administratif

26 Oktober 2026 / 11:24 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Hari Sumpah Pemuda 2026: Mengapa Persatuan Pemuda Tetap Penting?

27 Oktober 2026 / 13:00 WIB

Meiska Rilis Ulang Aku Cuma Punya Hati, Intro dan Bridge Kini Berbeda

27 Oktober 2026 / 12:15 WIB

Negara Gagal Lindungi Korban Karhutla, 293 Perusahaan Terseret Sepanjang 2026

27 Oktober 2026 / 11:56 WIB

Jempol untuk Blak-Blakan Dony

27 Oktober 2026 / 08:22 WIB

Kemenhaj: Hindari Transit Malaysia dan Singapura demi Keamanan dan Ekonomi Nasional

27 Oktober 2026 / 06:56 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.