Jakarta (iddaily.net) – Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, Banten, masih terus dilakukan hingga Jumat (11/9/2026).
Memasuki hari keempat operasi pencarian, tim SAR gabungan menemukan sebuah rompi pelampung atau life jacket serta botol pelampung di perairan sekitar Anyer.
Namun temuan tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan rombongan jurnalis yang hilang.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan rompi pelampung ditemukan KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten ketika melakukan pencarian pada Kamis (10/9/2026).
Dilansir dari MetroTV, pelampung tersebut ditemukan mengapung di sebelah barat Perairan Cikoneng-Labuan, wilayah dekat Anyer, Banten.
“Hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah pelampung yang ditemukan tersebut merupakan milik lima jurnalis yang hilang kontak atau tidak,” kata Tunggul.
Temuan itu kemudian masih menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah mempunyai kaitan dengan speedboat yang membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal.
TNI AL Minta Tidak Berspekulasi
Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani juga meminta masyarakat dan pihak lain tidak membuat kesimpulan sebelum hasil identifikasi resmi keluar.
“Apakah nantinya hasil dari identifikasi benar atau tidak, mari kita bersama-sama bersabar untuk menunggu hasilnya. Jadi tidak ada yang berspekulasi ataupun diharapkan tidak ada yang membuat statement sebelum hasil resmi identifikasi dari temuan yang diperoleh tersebut,” ujar Wawan.
Dengan demikian, temuan pelampung tersebut belum bisa disebut sebagai tanda pasti keberadaan 5 jurnalis maupun 3 kru kapal.
Pencarian Diperluas
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan tim SAR terus memperluas wilayah pencarian.
Sisi selatan Gunung Anak Krakatau sebelumnya telah disisir hingga radius sekitar 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau.
Untuk pencarian berikutnya, tim akan mengarahkan penyisiran ke sisi utara kawasan gunung.
Selain pencarian melalui laut, operasi juga diperkuat dengan pemantauan udara.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan hasil pemantauan udara pada Kamis (10/9) belum menemukan keberadaan rombongan.
“Kalau saya pribadi dengan pesawat tadi memang belum melihat,” kata Syafii saat memberikan keterangan di Pandeglang.
Ia menjelaskan laporan dari enam sektor pencarian selanjutnya akan dihimpun di posko gabungan untuk menentukan langkah operasi berikutnya.
Pulau Sertung Belum Bisa Disisir Langsung
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam pencarian adalah Pulau Sertung.
Basarnas menyatakan belum menemukan tanda keberadaan para jurnalis di pulau tersebut berdasarkan pemantauan visual menggunakan teropong.
Tim SAR gabungan bersama nelayan setempat telah melakukan pencarian di sejumlah pulau sekitar Gunung Anak Krakatau.
Namun, Pulau Sertung belum dapat dimasuki langsung karena berada dalam radius tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau yang masih merupakan kawasan rawan.
“Kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan,” ujar Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad.
Presiden Instruksikan Pencarian
Pemerintah pusat juga terus memberikan perhatian terhadap operasi pencarian.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) untuk mengerahkan kekuatan pencarian sejak rombongan dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9) malam.
“Sejak rombongan 5 jurnalis bersama 3 kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian,” ujar Teddy.
Menurut laporan KSAL, sebanyak 11 kapal gabungan dikerahkan untuk mencari rombongan tersebut.
Pemerintah berharap seluruh jurnalis dan kru kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
5 Jurnalis yang Masih Dicari
Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni:
1. M. Bagus Khoirunnas – ANTARA
2. Ari Basuki – Merdeka.com
3. Yudistiro Pranoto/Yudis – iNews
4. Firman Daus – Anadolu Agency
5. Donal Husni – jurnalis lepas
Selain 5 jurnalis tersebut, terdapat 3 kru kapal yang juga masih dalam pencarian.
1. Warta (55) merupakan kapten kapal
2. Surakman (60) merupakan anak buah kapal atau ABK
3. Heriyanto (49) merupakan pemandu atau guide yang ikut dalam perjalanan
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi dengan rombongan kemudian terputus dan hingga Jumat (11/9), operasi SAR masih terus dilakukan.
