Jakarta (iddaily.net) – Jumbo, Yuni, Garuda Di Dadaku dan Rencana Besar Untuk Mati Dengan Tenang (My Own Last Supper/MOLS) mendapat panggung terhormat di Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026.
Keikutsertaan film-film Indonesia ini menjadi bukti pengakuan dunia terhadap kualitas dan daya saing perfilman nasional.
Istimewanya, film MOLS besutan sutradara Ismail Basbeth ini berhasil masuk dalam jajaran nominasi kategori utama yang sangat kompetitif, yakni Main Competition Golden Goblet Award.
Dalam laman resminya, Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir mengapresiasi tinggi pencapaian luar biasa ini, film memiliki kekuatan untuk membangun koneksi lintas budaya, memperkenalkan identitas bangsa, dan membuka peluang ekonomi baru melalui industri kreatif.
Partisipasi Indonesia di SIFF 2026 semakin menegaskan peran industri perfilman sebagai instrumen penting promosi Indonesia di luar negeri.
Selain memperkuat citra bangsa, kehadiran film nasional di China juga membuka peluang kolaborasi internasional, memperluas akses pasar bagi sineas Indonesia, serta meningkatkan daya saing industri perfilman nasional di tingkat global.
Sementara film ‘Garuda Di Dadaku’ karya sutradara Ronny Gani terpilih sebagai nominasi Golden Goblet Award dalam kategori animasi.
Film MOLS sendiri sebelumnya telah melakoni pemutaran perdana untuk penonton global di Shanghai pada 16 Juni 2026.
Para penonton juga diajak mengikuti sesi bincang film (talkshow) interaktif bersama produser, sutradara, serta pemeran utama.
