PASCA DISIRAM AIR KERAS: BOLA MATA ANDRIE YUNUS DIPERBAIKI
Korban percobaan pembunuhan yang juga aktivis Kontras, Andrie Yunus telah menjalani operasi terpadu, untuk memulihkan kondisi pasca disiram air keras.
Tim spesialis mata melakukan pemindahan jaringan dari area dalam mata untuk menutup area terbuka, penempelan membran amnion, serta pemasangan kembali lensa pelindung mata.
Tindakan ini bertujuan untuk memperbaiki permukaan bola mata dan mendukung proses penyembuhan jaringan yang lebih optimal.
Selama tindakan berlangsung, juga ditemukan adanya penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif pada bagian atas hingga sisi luar kornea mata kanan.
Hal itu terjadi sebagai dampak dari proses inflamasi yang masih berlangsung.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, dilakukan penempelan membran amnion tambahan serta penjahitan sementara kelopak mata kanan guna melindungi permukaan mata dan memaksimalkan proses pemulihan jaringan.
Sementara, dari sisi bedah plastik, telah dilakukan pembuangan jaringan mati lanjutan (debridement) serta tindakan cangkok kulit pada area mata, dada, dan pundak sebagai bagian dari upaya mempercepat proses penyembuhan luka bakar.
Saat ini, fokus utama penanganan dari Tim Medis adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan proses inflamasi agar tidak berkembang lebih lanjut.
Kondisi pasien secara umum masih dalam pemantauan ketat oleh tim medis multidisiplin, dengan perawatan yang dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan.
Andrie masih harus menjalankan perawatan intensif di ruang HCU (High Care Unit) dan tidak dapat dijenguk untuk sementara waktu.
Melalui rilis persnya, RSCM mengungkapkan, tim medis menemukan adanya kondisi iskemia (kekurangan aliran darah) pada area bawah (inferior) sklera mata kanan sekitar 40%
Hal itu menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya.
Berdasarkan evaluasi tersebut, diputuskan untuk melakukan tindakan lanjutan guna menjaga kondisi jaringan dan mendukung proses penyembuhan.
RSCM berkomitmen untuk terus memberikan penanganan medis yang optimal, profesional, dan mengedepankan keselamatan pasien.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini," demikian tertulis dalam rilis RSCM.
#RilisPers
#Foto: dokumentasi










.jpg)

















Tidak ada komentar