WAKIL KETUA MPR: HENTIKAN PERANG, WUJUDKAN PALESTINA MERDEKA

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, M. Hidayat Nur Wahid, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan peran dalam melaksanakan komitmen yang sudah disampaikan secara langsung. 

Yaitu menghentikan perang yang menghadirkan genosida di Palestina, memperjuangkan kemerdekaan Palestina, dan memperjuangkan dilaksanakannya perjanjian perdamaian yang diperjuangkan melalui BoP karena selalu dilanggar oleh Israel, baik di Jalur Gaza maupun di Tepi Barat Palestina.

“Kehadiran Presiden Prabowo di Amerika Serikat, di mana salah satu agendanya menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace), harus betul-betul dimanfaatkan untuk menghentikan perang yang menghadirkan genosida dan segala pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina," kata Hidayat Nur Wahid, melalui siaran pers di Jakarta,

Dengan tujuan akhir, hadirnya perdamaian dengan kemerdekaan Palestina dan berakhirnya segala bentuk penjajahan sesuai amanat konstitusi. 

Penting agar momentum ini juga dimaksimalkan bersama negara-negara anggota OKI yang masuk ke dalam BoP. 

Apalagi, menteri-menteri luar negeri dari negara-negara OKI, seperti Indonesia, Mesir, Turki, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Pakistan, sudah tiga kali membuat pernyataan bersama menolak keras tindakan Israel yang jelas-jelas melanggar kesepakatan damai, penghentian perang, dan kemerdekaan Palestina dalam skema two state solution sekalipun. 

HNW, sapaan akrabnya, mengatakan KTT perdana Dewan Perdamaian tersebut menjadi krusial bagi Presiden Prabowo untuk memastikan komitmen dan peran Indonesia masuk BoP bersama negara-negara sahabat lainnya. 

Yaitu, dalam memperjuangkan berakhirnya perang yang menghadirkan genosida di Jalur Gaza, hadirnya perdamaian, dan terwujudnya kemerdekaan Palestina.

“Kehadiran Indonesia pada Dewan Perdamaian untuk menjalankan amanat itu sesuai dengan tujuan awal dibentuknya Dewan Perdamaian, yaitu menghentikan perang, menghadirkan perdamaian yang adil bagi semua pihak, dan kemerdekaan Palestina. Bukan untuk tujuan lainnya, apalagi untuk dijadikan sebagai ‘stempel legitimasi moral’ oleh Israel,” ujarnya.

Harapan ini juga sesuai dengan aspirasi masyarakat Palestina di Jalur Gaza yang meminta agar Dewan Perdamaian bisa menghentikan perang atau genosida dan pelanggaran oleh Israel yang masih berlangsung hingga saat ini. 

"Hampir sebulan sejak dideklarasikannya BoP di Davos, yang makin menambah banyak korban dari masyarakat sipil yang sebagian besarnya adalah perempuan dan anak-anak,” tambahnya.

Lebih lanjut, HNW menuturkan bahwa kehadiran Presiden Prabowo juga perlu dimaksimalkan untuk menjawab kritik dan kekhawatiran dari banyak kalangan di dalam negeri terkait sikap Indonesia yang bergabung pada Dewan Perdamaian. 

Dikhawatirkan, kehadiran Indonesia akan dimanfaatkan sehingga hanya menjadi ‘stempel moral’ bagi Amerika Serikat dan Israel untuk mendapatkan legitimasi agar terus bisa melakukan penjajahan atas Palestina.

“Kritik dan kekhawatiran ini harus dijawab secara konkret. Forum KTT perdana Dewan Perdamaian ini adalah momentum yang tepat untuk menjawab kekhawatiran dan kritik tersebut,” tambahnya.

HNW mengatakan Indonesia perlu menyatukan sikap, menjalin langkah nyata, dan kerja sama yang erat bersama negara sahabat anggota Organisasi Kerja Sama Islam yang juga tergabung dalam Dewan Perdamaian tersebut, seperti Arab Saudi, Pakistan, Turki, dan Qatar.

“Koalisi ini perlu dijalin untuk menolak manuver Israel bila akan memakai BoP untuk kepentingan penjajahannya dan melegitimasi pelanggaran-pelanggarannya, serta menyeimbangkan agar tidak terjadi dominasi Amerika Serikat di Dewan Perdamaian itu. Dengan demikian, tujuan hadirnya negara-negara OKI yang menyetujui dibentuknya Dewan tersebut bisa benar-benar bermanfaat bagi rakyat Palestina, dengan dihentikannya genosida, dimasukkannya bantuan kemanusiaan, dihadirkannya keadilan, serta diwujudkannya Palestina merdeka sekalipun dalam skema two state solution,” jelasnya.

Selain itu, HNW juga mendoakan dan mendukung agenda Presiden Prabowo lainnya di Amerika Serikat, yakni pertemuan dengan kelompok pebisnis Amerika Serikat dan penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik yang negosiasinya telah berjalan sejak 2025.

“Semoga agenda ini juga bisa disukseskan agar benar-benar memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi kedua belah pihak, tetapi tetap dalam koridor kedaulatan NKRI serta kemaslahatan bagi ekonomi rakyat Indonesia,” pungkasnya.

#RilisPers
#Foto: https://media.yourobserver.com/img/photos/2023/10/13/Palestine_protest_5_t900x600.JPG?d666c25c0ae2036b31e9e5deb97c48b6f611244c

Tidak ada komentar