10 September 2009

Theme Park Menjadi Ajang Teriak

Maya Mandley

Bukan karena masa kecil kurang bahagia, kalo sekarang aku suka naik Roller Coaster. Saat masih tinggal di Jakarta, aku tak pernah masuk ke Dunia Fantasi (Dufan) di Ancol, karena orang tua tak sanggup beli tiketnya. Jadi kalo aku dan keluarga pergi ke Ancol, lebih sering ke pantainya dan makan makanan yang sengaja bawa dari rumah. Setelah itu kegiatan yang lain berenang di pantai yang emang gak perlu bayar lagi. Meski begitu, aku pernah menyaksikan beberapa pertunjukan hewan laut. Seperti dolphin, singa laut dan sebagainya. Tapi tak pernah masuk seaworld. Kasihan deh gueee,..


Asal tahu saja, keingan masa kecilku untuk masuk Dufan baru kesampaian setelah kami pindah ke Surabaya dan aku sudah bekerja. Jadi bisa deh untuk beli tiket sendiri. Meski saat itu perginya bersama keluarga. Pengalaman pertama naik Roller Coaster, bikin aku kapok-kapok. Rasanya jantungan, dan selama perjalanan kurang dari 1 menit itu, aku cuma memejamkan mata. Gak berani ngapai-ngapain apalagi teriak ! Penakut sih,..

Sampai beberapa tahun di negeri Pak Obama ini, aku sudah lupa dengan yang namanya Roller Coaster. Kesibukan beradaptasi dan cari uang, bikin aku sama sekali gak tertarik untuk pergi ke Theme Park, meski iklannya berulang-ulang ditayangkan saat musim panas. Baru pada sekitar tahun 2007, saat ikut tour, aku sempat mengunjungi Theme Park lagi di Pensilvania. Theme Park yang disponsori salah satu perusahaan coklat terbesar di Amerika itu cukup luas. Permainannya pun beragam. Mulai dari yang tidak menakutkan sampai yang sangat menakutkan. Sayang karena aku perginya saat summer, antrian di setiap permainan cukup panjang. Lagipula saat itu aku masih takut naik roller coaster.

Baru pada awal tahun 2008, saat pergi ke Disneyworld di Orlando Florida, aku mulai menyukai Roller Coaster. Sebab hampir semua permainan di arena itu, dilakukan di dalam ruangan. Namanya Theme Park, tentu saja permainan roller coaster yang ada disitu punya tema sendiri-sendiri. Sesuai dengan film-film MGM studio yang jadi sponsor utama Taman itu. Jadi ada permainan yang diadaptasi dari film ET, Jurassic Park, atau Indiana Jones. Di setiap permainan, kita seperti berada saat di film-film petualangan itu. Ada adegan seperti jatuh, jungkir balik dan sebagainya. Teriak sekencang-kencangnya sangat diizinkan bahkan dianjurkan. Sangat menarik.

Belum lagi karnaval yang diisi tokoh-tokoh film produksi MGM Studio. Jadi ada Putri salju, Donal Bebek dan berbagai aktor-aktris film mulai dari yang kartun sampai yang bukan kartu, lengkap dengan accesoris mobil yang dihias seperti cerita dalam film. Tontonan yang menarik buat para turis. Karena memang Theme Park itu untuk menarik touris. Selain MGM Studio, satu lagi Theme Park di Orlando, yaitu Universal Studio. Gak beda jauh dengan MGM, hanya bedanya permainan di Universal studio diadaptasi dari film-film produksi Universal. Seperti Spiderman, Terminator dan sebagainya. Bahkan ada permainan yang dilengkapi dengan film 3D lengkap dengan kacamatanya. Jangan heran kalo di permainan 3D, adegan yang terjadi seperti betul-betul di depan mata, dan kalo ada adegan yang memancarkan air, air betul-betul memancar meski gak sampek bikin basah kuyup.

Sejak pergi ke Orlando itu lah, aku jadi seneng naik roller coaster. Baru sadar kalo ada theme park yang dekat tempat aku tinggal. Cuma bedanya, kebanyakan permainan di Theme Park dekat tempat aku tinggal itu, hampir semuanya outdoor. Waktu pertama kali ke Them park bernama Six Flags itu, aku gak begitu berani. Tapi setelah beberapa kali mencoba, lama-lama asyik juga. Malah aku punya satu permainan favorit. Roller coaster yang diadaptasi dari film Superman! Sebabnya sederhana, yang istimewa dari Roller Coaster ini, posisi saat di permainan terbaring seperti sedang terbang. Ahhh jadi keranjingan Roller Coaster, dan kali ini, aku sudah berani buka mata meski masih sering terpejam juga.

No comments:

Post a Comment

Program

Program