Jakarta (iddaily.net) – Kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas yang nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Hal itu terlihat dari jumlah pelanggan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya yang mencapai 9.789.933 pelanggan sepanjang Januari hingga September 2026.
Jumlah tersebut meningkat 7,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 9.073.675 pelanggan.
Pertumbuhan ini menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel.
Selain menawarkan perjalanan yang relatif nyaman dan tepat waktu, kereta api juga memiliki konektivitas yang luas dengan berbagai moda transportasi lainnya.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan semakin kuatnya peran kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat.
“Pertumbuhan pelanggan sebesar 7,9 persen hingga Triwulan III 2026 menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai pilihan perjalanan. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik,” ujar Mahendro.
Stasiun Gubeng dan Pasar Turi Jadi Pusat Pergerakan
Dari total 9.789.933 pelanggan tersebut, sebanyak 4.872.941 pelanggan tercatat naik dari stasiun-stasiun di wilayah KAI Daop 8 Surabaya.
Sementara 4.916.992 pelanggan tercatat turun.
Tingginya angka tersebut menunjukkan dinamika mobilitas masyarakat yang cukup besar di wilayah Jawa Timur, dengan Surabaya menjadi salah satu simpul utama perjalanan menggunakan kereta api.
Stasiun Surabaya Gubeng menjadi salah satu stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi.
Sepanjang Januari-September 2026, stasiun ini melayani 2.942.063 pelanggan, terdiri dari 1.465.808 pelanggan naik dan 1.476.255 pelanggan turun.
Kemudian Stasiun Surabaya Pasarturi melayani 2.789.978 pelanggan, dengan rincian 1.411.851 pelanggan naik dan 1.378.127 pelanggan turun.
Sementara itu, Stasiun Malang mencatat 1.668.821 pelanggan, terdiri dari 814.918 pelanggan naik dan 853.903 pelanggan turun.
Tingginya jumlah pelanggan di tiga stasiun tersebut memperlihatkan pentingnya transportasi kereta api dalam menghubungkan berbagai pusat aktivitas masyarakat di Jawa Timur, mulai dari pekerjaan, pendidikan, pariwisata hingga kegiatan sosial dan ekonomi.
Kereta Ekonomi Paling Banyak Dipilih
Dari sisi kelas layanan, kereta ekonomi masih menjadi pilihan favorit pelanggan KAI Daop 8 Surabaya.
Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat 6.254.433 pelanggan menggunakan layanan kereta kelas ekonomi.
Jumlah tersebut terdiri dari 3.123.863 pelanggan naik dan 3.130.570 pelanggan turun.
Dominasi kelas ekonomi menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang nyaman dengan harga yang tetap kompetitif.
“Setiap pelanggan memiliki kebutuhan perjalanan yang berbeda. Karena itu, peningkatan jumlah pelanggan harus diiringi dengan peningkatan kualitas layanan. Kami ingin masyarakat memilih kereta api karena merasakan kemudahan dan kenyamanan sejak di stasiun hingga tiba di tujuan,” jelas Mahendro.
KAI Daop 8 Surabaya memastikan peningkatan jumlah pelanggan akan terus diikuti dengan upaya menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Selain itu, KAI juga akan memperkuat konektivitas perjalanan agar kereta api semakin relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
“Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap semakin banyak masyarakat menjadikan kereta api sebagai pilihan perjalanan untuk mobilitas yang aman, nyaman, efisien, dan berkelanjutan,” pungkas Mahendro.
Dengan jumlah pelanggan yang hampir mencapai 9,8 juta orang hanya dalam 9 bulan, kereta api menunjukkan peran yang semakin penting sebagai salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat di Jawa Timur.
