Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Peristiwa»Tabrakan KRL–Argo Bromo Bekasi Timur: Evaluasi Sistem Keselamatan
Peristiwa

Tabrakan KRL–Argo Bromo Bekasi Timur: Evaluasi Sistem Keselamatan

ID NugrohoID Nugroho28 April 2026 / 12:14 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
ilustrasi investigasi tabrakan KA-AI

Jakarta (iddaily.net) – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Abdul Hadi, menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan tragis antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/04) malam.

Hingga Selasa (28/04), jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 14 orang, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Saya menyampaikan simpati, empati, dan duka cita yang mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Saya juga meminta agar seluruh korban luka mendapatkan penanganan maksimal dari KAI dan fasilitas kesehatan, tanpa kompromi,” ujar Abdul Hadi dalam keterangannya.

Menurutnya, insiden ini merupakan alarm keras bagi sistem keselamatan perkeretaapian nasional dan tidak boleh dipandang sebagai kejadian biasa.

Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh, terutama pada aspek persinyalan, proteksi perjalanan kereta, serta pengamanan perlintasan sebidang.

“Peristiwa ini menegaskan bahwa keselamatan transportasi publik harus menjadi prioritas utama. Ini bukan sekadar kecelakaan, tetapi sinyal adanya potensi persoalan sistemik yang harus segera dibenahi,” tegasnya.

Abdul Hadi mendesak Kementerian Perhubungan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, transparan, dan berbasis pada semua aspek, baik faktor manusia, teknis, maupun sistem operasional.

Ia secara khusus menyoroti rangkaian kejadian yang diduga menjadi pemicu kecelakaan, termasuk insiden awal ketika sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan setelah Stasiun Bekasi Timur yang menyebabkan rangkaian KRL tertahan di stasiun, sebelum akhirnya ditabrak KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang.

“Rantai kejadian ini harus dibuka secara terang. Fakta bahwa ada KRL yang tertahan seharusnya dapat terdeteksi dalam sistem. Persinyalan mestinya memberikan peringatan jelas kepada kereta di belakang bahwa jalur belum aman. Ini yang harus diusut: apakah ada kegagalan sistem, prosedur, atau koordinasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa perlintasan sebidang masih menjadi titik paling rawan dalam sistem perkeretaapian nasional.

Berdasarkan data, ribuan perlintasan masih tersebar di berbagai wilayah, dengan sebagian belum dijaga secara optimal, sehingga berpotensi tinggi memicu kecelakaan berulang.

“Masuknya kendaraan ke jalur rel hingga menyebabkan KRL berhenti adalah persoalan serius. Ini menunjukkan pengamanan perlintasan masih lemah dan berisiko tinggi. Harus ada evaluasi total, mulai dari infrastruktur, pengawasan, hingga disiplin pengguna jalan,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Abdul Hadi mendorong penutupan perlintasan sebidang berisiko tinggi, percepatan pembangunan flyover dan underpass di koridor padat, serta penguatan penegakan hukum melalui sistem tilang elektronik dan sanksi tegas bagi pelanggar.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya percepatan implementasi teknologi keselamatan seperti Automatic Train Protection (ATP), guna memastikan kereta dapat berhenti otomatis saat terjadi potensi bahaya atau pelanggaran sinyal.

“Keselamatan tidak boleh bergantung pada satu faktor. Harus ada sistem berlapis yang kuat, mulai dari teknologi, infrastruktur, hingga disiplin pengguna,” tambahnya.

Abdul Hadi juga menyoroti bahwa kejadian ini menjadi catatan penting di tengah evaluasi transportasi nasional yang sebelumnya menunjukkan tren perbaikan.

“Catatan bagi kita semua, meskipun Komisi V baru saja mengevaluasi transportasi mudik Lebaran dengan hasil yang relatif baik, namun justru di saat tidak padat kita lengah dan kecolongan. Ini harus menjadi bahan introspeksi serius,” tegasnya.

Komisi V DPR RI, lanjutnya, akan terus mengawal proses investigasi serta memastikan hasilnya ditindaklanjuti dengan langkah konkret demi memperkuat sistem keselamatan transportasi publik di Indonesia.

bekasi headline KAI tabrakan KA bekasi tabrakan kereta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDuka Untuk Korban Kecelakaan KA Bekasi: 14 Meninggal, 84 Luka
Next Article Kereta-Kereta yang Batal Berangkat
ID Nugroho

Jurnalis dan blogger senior, tergila-gila pada dunia jurnalistik dan musik

Related Posts

Negara Gagal Lindungi Korban Karhutla, 293 Perusahaan Terseret Sepanjang 2026

27 Oktober 2026 / 11:56 WIB

Kemenhaj: Hindari Transit Malaysia dan Singapura demi Keamanan dan Ekonomi Nasional

27 Oktober 2026 / 06:56 WIB

Perusahaan Pembakar Hutan Hanya Disanksi Administratif

26 Oktober 2026 / 11:24 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Hari Sumpah Pemuda 2026: Mengapa Persatuan Pemuda Tetap Penting?

27 Oktober 2026 / 13:00 WIB

Meiska Rilis Ulang Aku Cuma Punya Hati, Intro dan Bridge Kini Berbeda

27 Oktober 2026 / 12:15 WIB

Negara Gagal Lindungi Korban Karhutla, 293 Perusahaan Terseret Sepanjang 2026

27 Oktober 2026 / 11:56 WIB

Jempol untuk Blak-Blakan Dony

27 Oktober 2026 / 08:22 WIB

Kemenhaj: Hindari Transit Malaysia dan Singapura demi Keamanan dan Ekonomi Nasional

27 Oktober 2026 / 06:56 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.