Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Peristiwa»Rupiah Melemah, Bukan Hanya Terpengaruh Dinamika Global
Peristiwa

Rupiah Melemah, Bukan Hanya Terpengaruh Dinamika Global

Didik PrasetiyonoDidik Prasetiyono23 April 2026 / 18:07 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi: AI

Jakarta (iddaily.net) – Pelemahan nilai tukar rupiah hingga kisaran Rp17.300 per dolar AS dinilai mencerminkan persoalan yang lebih dalam dari sekadar tekanan global.

Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Didik Prasetiyono, menyebut bahwa meskipun penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia memberi tekanan, dampaknya menjadi lebih besar karena faktor domestik yang belum terselesaikan.

“Ketergantungan terhadap impor energi masih tinggi, beban subsidi terus melebar, dan arah kebijakan fiskal belum sepenuhnya memberikan keyakinan kepada pasar. Dalam situasi seperti ini, pelemahan rupiah lebih mencerminkan keraguan terhadap arah kebijakan dibandingkan sekadar dinamika global,” ujar Didik dalam keterangannya.

Menurutnya, tekanan terhadap rupiah juga berdampak langsung pada sektor industri, terutama kawasan industri yang sangat bergantung pada impor bahan baku, energi, dan komponen produksi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menekan daya saing industri nasional di tengah ketidakpastian global.

Didik menilai, respons pemerintah selama ini masih bersifat defensif dan jangka pendek. Intervensi pasar oleh Bank Indonesia dinilai penting untuk meredam gejolak, namun belum menyentuh akar persoalan struktural yang dihadapi perekonomian.

“Yang dibutuhkan adalah langkah korektif yang lebih tegas dan konsisten. Perbaikan struktur impor energi, penajaman subsidi agar tepat sasaran, serta kepastian arah kebijakan fiskal menjadi kunci untuk meredam tekanan jangka menengah dan panjang,” tegasnya.

Ia menambahkan, tanpa perbaikan mendasar, setiap gejolak global berpotensi terus berulang menjadi tekanan domestik. Karena itu, pelemahan rupiah saat ini perlu dibaca sebagai peringatan untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional, khususnya dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap kebijakan pemerintah.

“Kurs saat ini adalah alarm. Stabilitas tidak cukup dijaga di pasar, tetapi harus dibangun dari kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi itu sendiri,” pungkas Didik.

dolar dollar headline rupiah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKarena ke Sungailah Limbah Mengalir Deras
Next Article Ekonomi Tumbuh Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir, Bupati Puji Kawasan Industri Pulau Penebang
Didik Prasetiyono

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia

Related Posts

Karhutla Jatim Capai 11.449 Ha, 77 Persen Lahan Terbakar di Hutan Konservasi

24 Oktober 2026 / 11:47 WIB

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB

Hari Santri 2026, Cak Imin Tantang Santri Berantas Kemiskinan dan Kuasai Teknologi

22 Oktober 2026 / 18:02 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Karhutla Jatim Capai 11.449 Ha, 77 Persen Lahan Terbakar di Hutan Konservasi

24 Oktober 2026 / 11:47 WIB

Mengenal Gandrung Sewu, Festival Tari Kolosal yang Jadi Ikon Banyuwangi

23 Oktober 2026 / 15:00 WIB

BMKG Ingatkan Cuaca Panas-Kering Masih Berlanjut, Jatim Sempat Capai 38 Derajat Celsius

23 Oktober 2026 / 14:06 WIB

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB

KontraS Surabaya: Hentikan Intimidasi dan Pembungkaman Kebebasan Sipil

23 Oktober 2026 / 09:35 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.