Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Galeri»Karena ke Sungailah Limbah Mengalir Deras
Galeri

Karena ke Sungailah Limbah Mengalir Deras

Fully SyafiFully Syafi23 April 2026 / 10:47 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto-Foto: Fully Syafi
Foto: Fully Syafi

Jakarta (iddaily.net) – Hari Bumi, 22 April 2026 memang sudah berlalu.

Namun perjuangan untuk menjadi bumi agar bebas dari hal-hal yang merusaknya, tidak pernah berhenti.

Foto kondisi di Sungai Brantas, di Jawa Timur ini contohnya.

Sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa, 320 km, dan menjadi nadi kehidupan warga di sekitarnya ini masih belum bebas dari pencemaran.

Di sepanjang aliran sungai Brasntas, mulai dari Kediri hingga Surabaya berdiri ratusan bangunan industri dan ribuan pemukiman yang mengancam kelestarian lingkungan dan ekosistem Sungai Brantas.

Pabrik Kertas menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat jenis Hg dan Cu.

Limbah cair tersebut berupa bubur kertas encer yang apabila tidak dikelola dengan benar dan dibuang sembarangan akan mengakibatkan pencemaran pada air sungai.

Air limbah yang telah digunakan umumnya mempunyai nilai BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) yang tinggi diatas ambang batas.

Keduanya adalah nilai ukur bagi tingkat pencemaran oleh bahan organik.

Pencemaran limbah cair disungai akan menurunkan keanekaragaman hayati di sungai.

Selain itu sebagian besar industri kertas menggunakan pemutih yang mengandung klorin.

Klorin akan bereaksi dengan senyawa organik dalam kayu membentuk senyawa toksik seperti dioksin.

Limbah cair tidak hanya dihasilkan oleh industri kertas, dibantaran sungai yang berdekatan dengan pemukiman, limbah cair rumah tangga juga mencemari air sungai.

Limbah cair domestik adalah air limbah hasil aktivitas sehari-hari dari rumah tangga, permukiman, perkantoran, dan komersial, seperti air bekas cucian, mandi, dan tinja.

Limbah ini mengandung bahan organik, deterjen, minyak, dan mikroorganisme patogen yang berpotensi mencemari sumber air serta merusak ekosistem jika tidak dikelola dengan sistem (SPALD) yang benar.

Hari bumi headline limbah pencemaran sungai
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article‘Kupilih Jalur Langit’ Tayang di Bioskop
Next Article Rupiah Melemah, Bukan Hanya Terpengaruh Dinamika Global
Fully Syafi

Coffee n Drakor Lover

Related Posts

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB

PBNU Gelar Apel Hari Santri 2026 di Tebuireng, Ada Pembacaan Resolusi Jihad-Teater Heroik

22 Oktober 2026 / 17:31 WIB

Hujan Meteor Orionid 21–22 Okt 2026 Bisa Diamati dari Jatim, Ini Waktu Terbaiknya

22 Oktober 2026 / 12:29 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Mengenal Gandrung Sewu, Festival Tari Kolosal yang Jadi Ikon Banyuwangi

23 Oktober 2026 / 15:00 WIB

BMKG Ingatkan Cuaca Panas-Kering Masih Berlanjut, Jatim Sempat Capai 38 Derajat Celsius

23 Oktober 2026 / 14:06 WIB

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB

KontraS Surabaya: Hentikan Intimidasi dan Pembungkaman Kebebasan Sipil

23 Oktober 2026 / 09:35 WIB

Hari Santri 2026, Cak Imin Tantang Santri Berantas Kemiskinan dan Kuasai Teknologi

22 Oktober 2026 / 18:02 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.