Pasuruan (iddaily.net) – Kemarin, kali kesekian aku dan tim naik ke Tosari, kecamatan tertinggi di Pasuruan tak jauh dr Kaldera Bromo.
Diskusi tentang kagungan alam semesta dan nilai nilai hidup masyarakat Tengger.
Bila aku, hitung sdh 15 tahun aku rutin ke wilayah Tengger Bromo Pasuruan.
Bahkan sejak 8 thn terakhir adalah setiap akhir minggu.
Memantapkan hati membangun rumah bernuansa tradisional klasik Jawa berikut lansekapnya.
Teman-temanku banyak yg heran. Padahal bisa saja membangun di kawasan villa di Tretes yg lebih dekat dg kota Surabaya.
5 thn terakhir memantapkan lagi membangun kebun berkonsep multi crop organic.
Kenapa…
Bukan soal frugal and slow living…ada rindu yg tak pernah bisa dibayarkan kecuali tidur, mandi, minum, masak dan makan di situ…di Tetirah Gayatri kami.
Airnya beneran asli air yg layak minum.
Udaranya asli..adem, sejuk..dan berselimut tebal pas banget nyamannya.
Melihat sayur, bunga bunga dan buah tumbuh subur tanpa kimia…mata tak bosan ingin terus terbuka berlomba dg hawa sejuk yg bikin ngantuk.
Siapa yg bisa menggantikan harga sehatnya?
Keramahan warga desa, keteguhan merawat tanah dan tradisi..adakah yg lebih menyenangkan bicara masa depan kehidupan selain bersama org org yg msh terus bersikukuh menjaga alam.raya dg tradisi kerendahan hatinya? Adakah..????
Berdiskusi…sambil.ngopi…sambil ngudut…sampai jauh dini hari di tengah kabut tebal…bicara soal keagungan alam.semesta serasa hidup kembali bergairah..ada secercah harapan.
Paling tidak lelah raga 5 hari.di kota besar yg penuh polutan bisa di recharge kembali dg baterai alam…air jernih, udara sejuk segar, pemandangan alam dan warga desa yg ramah serta rendah hati.
Segelas kopi termahal yg dulunya sering kuteguk di cafe lounge hotel hampir setiap.sore..kini berubah menjadi ribuan tanaman bunga, sayur, buah dan obat.
Cukup 5 hari saja berkutat dg laptop..sisanya macul, ngopi, ngudut dan duduk2..hahahaha…
Terimakasihku utkmu Tengger…telah hadirkan nilai nilai menjaga alam raya ini menjadi layak dihuni dan punya harapan bagi masa depan.
HONG ULUN BASUKI LANGGENG.