Madinah (iddaily.net) – Musim Haji telah tiba, dan atmosfer di Kota Al-Munawwarah mulai terasa berbeda.
Cahaya lampu mulai menyala. Senja ini, Masjid Nabawi nampak begitu cantik. Jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia mulai memadati setiap sudut rumah Rasulullah.
Ruang utama hingga pelataran luar penuh sesak. Semua bersatu dalam satu tujuan.
Di bawah langit Madinah yang memerah, panggilan salat menggema, membawa ketenangan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Selamat datang para tamu Allah.
Sampai Kamis ini, setidaknya Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jemaah haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026.
Di antaranya, Kloter 1 Embarkasi Yogyakarta (YIA), kloter 1 Embarkasi Jakarta–Pondok Gede (JKG) dan kloter 1 Embarkasi Kualanamu (KNO).
Pada kloter awal ini, jemaah menempati hotel di kawasan strategis plataran Masjid Nabawi.
Selama sekitar sembilan hari di Madinah, jemaah akan mendapatkan layanan penuh sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Dari kota Surabaya dilaporkan, musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur akan melayani sebanyak 43.236 jemaah haji serta 464 petugas kloter.
Jumlah tersebut dibagi ke dalam 116 kloter yang mencakup tiga provinsi. Yakni, Jawa Timur sebanyak 42.409 jemaah, Bali 698 jemaah, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) 516 jemaah.
Total kuota haji Indonesia tahun 2026 berjumlah 221.000 Jemaah. Terdiri dari 203.320 reguler dan 17.680 khusus.
Dan untuk pengelolaan, sepenuhnya berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI yang baru dibentuk.
Sebanyak 760 jemaah haji Indonesia dari Embarkasi Surabaya (Jawa Timur) resmi diberangkatkan. Jumlah tersebut terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter).
Rinciannya, kloter pertama 380 calon jemaah haji (termasuk petugas) asal Kabupaten Probolinggo dan kloter kedua memberangkatkan 380 calon jemaah haji.
*Chairul Akhmad dan Icha Balqis berkontribusi dalam tulisan ini
