Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Gaya Hidup»Anak-anak Pulau Bawean Diajak Kenali Bahaya Mikroplastik Sejak Dini
Gaya Hidup

Anak-anak Pulau Bawean Diajak Kenali Bahaya Mikroplastik Sejak Dini

Icha BalqisIcha Balqis24 Juli 2026 / 07:36 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Para siswa diajak memahami mikroplastik/Dok Unair
Para siswa diajak memahami mikroplastik/Dok Unair

Jakarta (iddaily.net) – Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur, memiliki kerentanan tinggi terhadap pencemaran sampah laut (marine debris).

Sampah plastik yang terbuang ke perairan tidak akan hilang begitu saja, melainkan terfragmentasi menjadi partikel-partikel mikroskopis yang dikenal sebagai mikroplastik.

UKM Pencinta Alam Wanala Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Karsa Lestari Bawean, di SD Islam Terpadu (IT) Al Huda Bawean, Gresik.

Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahwa mikroplastik merupakan ancaman nyata yang sudah menjadi perhatian dari berbagai bidang, mulai dari kesehatan hingga ekonomi.

“Harapannya, melalui sosialisasi yang kami sampaikan, siswa-siswi SD IT Al Huda Bawean bisa menjadi pelopor yang memiliki kesadaran lebih terhadap ancaman mikroplastik,” kata Ketua Operasional PLHAB UKM Wanala, Bima Ardhia Vardhan dilansir dari News Unair.

Dia menyebut pengaruh pencemaran terhadap rantai makanan dan kesehatan ekosistem laut juga menjadi urgensi.

Sebab, mikroplastik yang ada di lautan mudah tertelan oleh biota laut dan ikan.

Saat ikan tersebut dikonsumsi masyarakat Bawean, racun dan partikel plastik berpindah ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan, yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang.

Pulau-pulau kecil seringkali menghadapi kendala dalam pengelolaan dan pendaurulangan sampah dan langkah paling efektif adalah pencegahan dari hulu melalui edukasi reduksi penggunaan plastik.

Selain penyampaian materi mengenai pengenalan mikroplastik, anak-anak juga praktik langsung melihat kandungan mikroplastik yang ada pada sampel air yang diambil dari perairan di daerah Sangkapura, Bawean.

mikroplastik Pulau Bawean sampah plastik unair
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKPAI Desak Negara Bangun Prasyarat Perlindungan Anak di Era Digital
Next Article Timnas Putri Indonesia Kembali Naik Takhta, Juara Piala AFF 2026
Icha Balqis

Friendly Woman yang sering lost signal.

Related Posts

Budaya Konsumtif Jadi Ancaman Lingkungan, Pakar Ungkap Solusinya

21 Oktober 2026 / 12:00 WIB

Pakar Politik Airlangga Pribadi Tutup Usia

09 September 2026 / 16:18 WIB

Sunday Dim Sum Mahjong di Four Points, Nikmati Dim Sum Sambil Bermain Mahjong

31 Agustus 2026 / 09:16 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Mengenal Gandrung Sewu, Festival Tari Kolosal yang Jadi Ikon Banyuwangi

23 Oktober 2026 / 15:00 WIB

BMKG Ingatkan Cuaca Panas-Kering Masih Berlanjut, Jatim Sempat Capai 38 Derajat Celsius

23 Oktober 2026 / 14:06 WIB

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB

KontraS Surabaya: Hentikan Intimidasi dan Pembungkaman Kebebasan Sipil

23 Oktober 2026 / 09:35 WIB

Hari Santri 2026, Cak Imin Tantang Santri Berantas Kemiskinan dan Kuasai Teknologi

22 Oktober 2026 / 18:02 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.