Surabaya (iddaily.net) – Informasi mengenai sesar aktif Surabaya-Madura kembali ramai diperbincangkan setelah muncul video di media sosial yang menyebut adanya patahan aktif baru yang melintasi sejumlah wilayah Surabaya hingga Madura.
Benarkah sesar tersebut merupakan patahan baru?
Dilansir dari Kompas.com Plh Deputi Geofisika sekaligus Deputi Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena meminta masyarakat tidak panik atas temuan sesar aktif yang melintas dari Pasuruan, Surabaya, hingga Bangkalan.
Ia mengatakan, hingga saat ini gempa bumi tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi.
“Sebab itu masyarakat diimbau untuk tenang dan tetap waspada,” kata Ardhasena.
Pihaknya pun meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengacu pada sumber resmi dari BMKG.
Selain itu, masyarakat juga bisa melakukan mitigasi mandiri dengan membangun bangunan tahan gempa.
Selain itu, BMKG juga menyebut penerbitan peta sumber dan bahaya gempa di Indonesia, khususnya Jawa Timur tersebut sebagai bentuk mitigasi bencana.
Peta bahaya gempa bisa dijadikan landasan ilmiah untuk rancangan tata ruang dan infrastruktur bangunan tahan gempa pembangunan di daerah.
Potensi Gempa Magnitudo 6,7
Terdapat tiga jalur patahan sesar aktif di Jawa Timur yang diterbitkan oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PusGen).
Jalur patahan pertama melewati wilayah Surabaya dengan nama Sesar Java Back-arc thrust Surabaya.
“Potensi magnitudo maksimumnya M 6,7,” kata Ardhasena.
Kemudian sesar yang melewati wilayah Pasuruan dengan nama sesar Pasuruan dengan potensi gempa magnitudo 6,4.
“Dan sesar yang melewati wilayah Bangkalan yaitu sesar RMKS-Baliga dan RMKS-Somorkoneng dengan potensi magnitudo maksimumnya M 6,7 dan M 6,5.” tandasnya.
