Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Peristiwa»Kronologi 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Sempat Kirim Lokasi-Foto
Peristiwa

Kronologi 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Sempat Kirim Lokasi-Foto

Icha BalqisIcha Balqis09 September 2026 / 17:35 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Lokasi 5 jurnalis dan 3 awak kapal berangkat ke Gunung Anak Krakatau/Iman Dwi Nugroho
Lokasi 5 jurnalis dan 3 awak kapal berangkat ke Gunung Anak Krakatau/Iman Dwi Nugroho

Jakarta (iddaily.net) – 5 Jurnalis bersama 3 awak kapal hilang kontak saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, Banten.

Hingga Rabu (9/9/2026), operasi pencarian memasuki hari kedua dan keberadaan 8 orang tersebut masih belum diketahui.

Berdasarkan keterangan Basarnas sesuai informasi yang didapat di Posko SAR Nasioanal Marina Carita, Pandeglang, Banten, rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menggunakan kapal cepat Arupadhatu 1 pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk mengambil dokumentasi aktivitas vulkanik.

Kapal tersebut membawa delapan orang, terdiri atas lima jurnalis, seorang kapten kapal, satu ABK dan seorang pemandu.

Kelima jurnalis itu yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Sementara tiga lainnya adalah kapten kapal bernama Warta (55), ABK Bernama Surakman (60) dan pemandu Heriyanto (49).

Mereka Sempat Kirim Lokasi Pukul 14.42 WIB

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan salah seorang jurnalis sempat mengirimkan share location kepada rekannya di Lampung.

Komunikasi itu berlangsung sekitar pukul 14.42 WIB.

“Komunikasi terakhir … pada pukul 14.42 WIB mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 WIB terjadi hilang kontak.”

Pernyataan tersebut disampaikan Al Amrad dan dikutip sejumlah media dalam pemberitaan mengenai pencarian rombongan.

Lokasi yang dikirim berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus.

Sore Hari Masih Berada di Sekitar Anak Krakatau

Informasi lain yang dihimpun tim SAR menunjukkan rombongan sudah berada di sekitar Gunung Anak Krakatau pada sore hari.

Heriyanto, pemandu yang ikut dalam rombongan sempat mengirim foto sekitar pukul 18.13 WIB yang menunjukkan keberadaannya di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Setelah itu, tidak ada lagi komunikasi yang diketahui dari rombongan.

Keluarga salah satu jurnalis mendatangi posko SAR nasional/Iman Dwi Nugroho
Keluarga salah satu jurnalis mendatangi posko SAR nasional/Iman Dwi Nugroho

Pencarian Hari Pertama Belum Menemukan Hasil

Tim SAR kemudian melakukan pencarian di sekitar titik terakhir keberadaan rombongan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan pencarian hari pertama menyisir kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang, tetapi belum menemukan keberadaan kapal maupun delapan orang di dalamnya.

Pencarian kemudian dihentikan sementara pada malam hari karena kondisi laut dan jarak pandang tidak mendukung operasi.

Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto mengatakan pencarian akan dilanjutkan dengan dukungan berbagai armada, termasuk drone termal.

Pesawat atau helikopter belum bisa digunakan karena abu vulkanik masih menyebar.

Area Pencarian Diperluas Hari Kedua

Pada Rabu (9/9/2026), pencarian memasuki hari kedua diperluas.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansah mengatakan unsur SAR dari Lampung turut memperkuat operasi dengan mengerahkan dua Rigid Inflatable Boat (RIB) beserta personel.

“Kami mengerahkan dua unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda,” jelasnya.

Dua RIB tersebut diberangkatkan sekitar pukul 07.00 WIB untuk melakukan penyisiran sesuai sektor pencarian yang telah ditentukan.

Dalam perkembangan terbaru, pencarian dilakukan dengan memperluas area operasi dan melibatkan unsur gabungan Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah, nelayan serta unsur lainnya.

8 Orang Masih Dalam Pencarian

Hingga delapan orang masih dalam pencarian, terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal.

Tim SAR terus melakukan penyisiran di wilayah perairan Selat Sunda dengan memperhatikan kondisi cuaca, jarak pandang dan keselamatan personel.

Operasi pencarian masih berlangsung dan belum ada informasi resmi mengenai keberadaan delapan orang tersebut.

9 Tim gabungan melakukan pencarian yang terdiri dari 2 KRI yakni KRI Leuser dan KRI Lepu, KN SAR Tetuka dari Basarnas Banten, 1 KAL Anyer, 1 RBB Peucang, 3 unit rigid inflatable oat (RIB) Lampung dan Banten dan KP Sanjaya Polairud Mabes Polri.

Bagus Khoirunnas hilang Basarnas Anak Krakatau Gunung Anak Krakatau headline jurnalis hilang saat liputan Anak Krakatau jurnalis hilang Selat Sunda kronologi jurnalis hilang Anak Krakatau
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePakar Politik Airlangga Pribadi Tutup Usia
Next Article Sesar Aktif Surabaya-Madura Viral, Benarkah Sesar Baru? Ini Penjelasan BMKG
Icha Balqis

Friendly Woman yang sering lost signal.

Related Posts

Karhutla Jatim Capai 11.449 Ha, 77 Persen Lahan Terbakar di Hutan Konservasi

24 Oktober 2026 / 11:47 WIB

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB

Hari Santri 2026, Cak Imin Tantang Santri Berantas Kemiskinan dan Kuasai Teknologi

22 Oktober 2026 / 18:02 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Karhutla Jatim Capai 11.449 Ha, 77 Persen Lahan Terbakar di Hutan Konservasi

24 Oktober 2026 / 11:47 WIB

Mengenal Gandrung Sewu, Festival Tari Kolosal yang Jadi Ikon Banyuwangi

23 Oktober 2026 / 15:00 WIB

BMKG Ingatkan Cuaca Panas-Kering Masih Berlanjut, Jatim Sempat Capai 38 Derajat Celsius

23 Oktober 2026 / 14:06 WIB

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB

KontraS Surabaya: Hentikan Intimidasi dan Pembungkaman Kebebasan Sipil

23 Oktober 2026 / 09:35 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.