Jakarta (iddaily.net) – Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat nilai impor pada Januari-Mei 2026 mencapai Rp 13,70 miliar dolar AS atau naik 14,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Plt Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati mengatakan kenaikan ini didorong meningkatnya nilai impor nonmigas yang mencapai 11,10 miliar dolar AS atau tumbuh 11,74 persen dibandingkan Januari-Mei 2025.
“Peningkatan nilai impor ini sejalan dengan menguatnya kinerja impor sektor nonmigas yang mencapai 11,10 miliar dolar AS,” kata Herum dalam keterangannya.
Pada kelompok nonmigas, peningkatan terbesar terjadi pada komoditas buah-buahan (HS 08) yang naik 159,45 juta dolar AS atau 34,87 persen.
Sebagian besar impor komoditas tersebut berasal dari Tiongkok dengan nilai mencapai 556,52 juta dolar AS.
Komoditas lain yang mencatat kenaikan signifikan ialah pupuk (HS 31) sebesar 120,16 juta dolar AS atau 27,05 persen, serta plastik dan barang dari plastik (HS 39) yang meningkat 106,86 juta dolar AS.
Sementara mesin dan peralatan mekanis (HS 84) tetap menjadi kontributor terbesar impor nonmigas dengan nilai 1,18 miliar dolar AS, naik 16,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,01 miliar dolar AS.
Selama Januari-Mei 2026, 10 golongan barang nonmigas terbesar berdasarkan kode HS dua digit memberikan kontribusi 59,52 persen terhadap total impor nonmigas Jawa Timur.
Dari sisi pertumbuhan, impor 10 golongan barang tersebut meningkat 14,66 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Berikut Daftar 10 Golongan Barang Nonmigas Utama Jatim:
1. Buah-Buahan (HS 08) – Merupakan golongan barang yang mendominasi tren impor nonmigas Jatim, sebagian besar dari Tiongkok.
2. Pupuk (HS 31) – Sangat vital untuk menunjang sektor pertanian di Jawa Timur.
3. Plastik dan Barang dari Plastik (HS 39) – Komoditas yang permintaannya terus meningkat.
4. Mesin dan Peralatan Mekanis (HS 84) – Mendominasi pangsa impor untuk kebutuhan sektor industri manufaktur Jatim.
5. Perhiasan dan Permata (HS 71)-Salah satu komoditas ekspor andalan Jatim ke pasar global.
6. Mesin dan Perlengkapan Elektrik (HS 85).
7. Tembaga (HS 74)-Komoditas pengolahan logam yang bernilai ekspor tinggi.
8. Bahan Kimia Organik (HS 29)-Kebutuhan krusial untuk berbagai industri turunan di Jawa Timur.
9. Ikan, Krustasea, dan Moluska (HS 03)-Produk perikanan laut yang menjadi unggulan ekspor daerah.
10. Berbagai Makanan Olahan (HS 21).
